Q&A: Momo, Alasan Keluar dari Captain Jack dan Pesan untuk Monster Jackers

Oleh Jatu Raya,

Momo berkisah tentang alasan-alasannya keluar dari Captain Jack band.

BERITA JOGJA – Momo mengakhiri kebersamaan selama 16 tahun di Captain Jack. Monster Jackers dan pecinta musik di Jogja kaget. Momo, sudah sangat melekat dengan band dengan empat album dan dua single ini ternyata sudah tak jadi bagian Captain Jack memasuki pekan ketiga Juni 2016.

Ditemui di sebuah warung kopi bilangan Jalan Damai, Momo pun terbuka menceritakan alasannya keluar dari band yang sudah ia perjuangkan. Berikut wawancaranya.

Momo (Dokumen: Dedent Vilaba)

Momo (Dokumen: Dedent Vilaba)

Mo, kabar pertama Captain Jack bubar karena koe keluar dari band. Klarifikasi dulu nih, itu benar apa enggak?

Pertama nih, Captain Jack enggak bubar, cuma, aku yang keluar dari band. Di waktu yang bersamaan Ismet dan Sancho juga keluar. Saat yang bersamaan lagi ada tim di manajemen dan publishing yang juga keluar. Aku enggak tahu alasannya mereka juga keluar kenapa, kudu ditanya sendiri-sendiri.

Terus sebenarnya apa yang terjadi di Captain Jack?

Apa yang terjadi di band sama seperti band yang sudah jauh lebih mapan, senior, atau yang baru muncul. Di Captain Jack ada persoalan yang juga dialami sama band-band tersebut. Masalah itu disimpan dalam kulkas. Ada, tidak terlihat, tapi lama-lama jadi busuk dan mengganggu. Selain itu yah, aku enggak suka membatasi diri membuat musik yang begitu-begitu terus yang pada akhirnya main musik, ngeband itu jadi pekerjaan. Main musik atau ngeband itu di Captain Jack bagi aku pribadi adalah cara untuk bersenang-senang juga.

Banyak fans dan orang-orang yang kaget lalu sedih karena koe keluar dari band. Momo dengan Captain Jack sudah sangat mapan dan nyaman. Apa enggak sayang?

Aku yakin pasti banyak yang kecewa, aku yakin banyak yang sedih karena sebagian aku juga sedih. Memulai sesuatu dari nol selama belasan tahun harus menapaki tangga yang susah buat dinaiki sampai lama-lama ketemu enaknya itu susah dan butuh dedikasi tinggi. Totalitasku buat Captain Jack. Terus ada juga yang bilang ‘kalau enggak ada Momo dan Captain Jack, aku mau ke mana? aku mau ngapain? karena aku besar sama lagu-lagu mereka’.

Aku kira ada yang salah dengan itu karena di tiap karyaku aku bilang kita harus bisa bertahan tanpa siapapun. Aku ini cuma orang yang membuat karya dari referensi untuk bertahan hidup. Tapi ketika aku enggak ada dan banyak yang enggak bertahan, berarti ada yang salah dengan itu. Aku yang selama belasan tahun bertahan dengan project yang sama, yang mendedikasikan itu selama belasan tahun bisa keluar dari zona aman ini.

Apakah memang berada di zona aman itu melelahkan setelah belasan tahun berjuang dalam project yang sama ini?

Aku ingin keluar dari zona aman yang tidak nyaman. Aku sudah total bersama band. Dari proses pembuatan lagu sampai mixing, aku total. Kalau dihitung-hitung 97,3 persen lagu Captain Jack aku yang membuatnya. Bahkan sejak perjuangan bikin band di Jogja, aku cari uang tambahan ngamen di warung-warung sampai kerja di studio mixing biar bisa dapat murah buat rekaman sama Captain Jack. Tapi begitu sudah aman, aku enggak merasa nyaman karena ada batas. Enggak bisa ke mana-mana seolah ada batas besar dan tidak lagi menyenangkan. Bikin musik untuk film dokumenter, mengajar, dan jadi publik speaker itu pekerjaan buatku. Di project belasan tahun ini aku tidak lagi merasa menyenangkan meski aman. Makanya aku ingin keluar dari zona aman yang tidak nyaman.

Ketika ada pihak yang menggunakan lagu Captain Jack ciptaan Momo gimana dong untuk film atau iklan? Urusannya bakal gimana?

Yang aku tahu secara hukum kan sudah ada komunikasi sama penciptanya. Kalau aku enggak masalah yang penting sudah izin dulu dari pencipta.

Kalau dalam waktu dekat ada konser reuni, perpisahan, atau ada enggak kemungkinan untuk balik lagi ke Captain Jack? Terus hubungan antarpersonel setelah adanya keputusan ini gimana?

Untuk saat ini aku bisa jawab mungkin tidak. Hubungan masih tetap baik kok seperti biasa.

Terakhir Mo, pesan khusus dong untuk Monster Jackers.

Misi dari pertama kali Captain Jack ada, di mana aku bikin-bikin karya, aku enggak mau Captain Jack ini dikultuskan. Dijadikan sesuatu untuk dibangga-banggakan. Aku hanya memberikan referensi berpikir pada orang. Aku enggak butuh dibanggakan, yang aku perlukan adalah ketika ada sesuatu hal baik yang diambil orang dari karya. Kalau sekarang teman-teman banyak yang bilang ‘kok Captain Jack begini, kok keluar, mengecewakan’, aku pikir ini (menarik napas dalam), cukup egois sebenarnya. Ternyata selama ini menyukai Captain Jack bukan karyanya lalu beranggapan segera mati. Tanpa Momo di Captain Jack kalian masih bisa hidup. Tanpa udara baru kalian mati.

Jadi, aku ingin melakukanya karena ingin keluar dari zona aman yang tidak nyaman. Ketika kalian terperangkap dengan kegiatan yang sama yang tidak membuat nyaman, kalian bisa kok keluar. Penghalangnya hanya rasa takut. Padahal rasa takut itu sesuatu yang belum terjadi namun dieksploitasi terus menerus di otak. Mudah-mudahan tindakkan aku ini bisa jadi referensi untuk banyak orang. Yang paling penting, aku tidak akan pernah berhenti berkarya. Aku enggak akan pernah berhenti buat melawan. Aku enggak akan pernah berhenti berbagi.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar