Benteng Vredeburg

Rahasia Jarak Benteng Vredeburg-Kraton Jogja

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Benteng Vredeburg punya hubungan khusus dengan Kraton Jogja dari dulu. Benteng ini tepat 10 tahun didirikan setelah Kraton Jogja mulai dibangun pada 9 Oktober 1755. Semasa menunggu pembangunan rampung, Sultan Hamengku Buwono (HB) I dan keluarga tinggal di Pesanggrahan Ambarketawang, Gamping.  Hal itu berlangsung selama kurang lebih setahun. Setahun setelahnya -meskipun pembangunan […]

BERITA JOGJA – Benteng Vredeburg punya hubungan khusus dengan Kraton Jogja dari dulu. Benteng ini tepat 10 tahun didirikan setelah Kraton Jogja mulai dibangun pada 9 Oktober 1755. Semasa menunggu pembangunan rampung, Sultan Hamengku Buwono (HB) I dan keluarga tinggal di Pesanggrahan Ambarketawang, Gamping.  Hal itu berlangsung selama kurang lebih setahun. Setahun setelahnya -meskipun pembangunan kraton belum tuntas – Sultan memboyong keluarga dan menempati keraton.

Benteng Vredeburg

Meriam di Benteng Vredeburg (Foto: Almasedy)

Kepindahan Sultan ke keraton berdampak pada semakin cepatnya pembangunan. Salah satu bangunan yang dinilai cukup jenius oleh para arsitek Belanda adalah Taman Sari. Bangunan ini memiliki jalan bawah tanah dan dikelilingi oleh tembok tebal. Hingga hari ini, berhembus kabar bahwa ada salah satu lorong di jalan bawah tanah yang merupakan jalan pintas ke pantai parangtritis.

Kemajuan pesat pembangunan kraton, membikin Belanda khawatir. Karenanya. Belanda minta izin pada Sultan membangun sebuah benteng di dekat keraton berdalih menjaga keamanan pada 1765. Namun, maksud utama Belanda adalah agar mudah mengontrol perkembangan yang terjadi di dalam kraton. Hal ini dibuktikan dengan jarak Benteng dengan Kraton Jogja yang hanya satu tembakan meriam. Jika kraton  bertindak di luar perkiraan, maka mereka akan langsung menembakan meriam.

Namun, maksud Belanda sudah diprediksikan oleh Sultan jauh sebelum mereka meminta lahan mendirikan benteng yang awalnya bernama Rustenburg ini. Tahun 1760 Sultan terlebih dulu membangun benteng berbentuk persegi. Keempat benteng di sudut keraton itu menjadi tempat penjagaan sekaligus tempat pengintaian yang disebut Seleka atau Bastion.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar