Raja Jambret Sleman Disidang

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Sambil dipapah petugas, Wahyu memasuki ruang Sidang III Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Kamis (30/4) siang. Kakinya pincang. Pria yang dijuluki Raja Jambret oleh para penadah ini pun sedikit kesulitan ketika duduk tepat di depan Ketua Majelis Hakim, RR Endang Dwi. Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hanifah SH mulai membacakan dakwaan setelah sidang dibuka. […]

BERITA JOGJA – Sambil dipapah petugas, Wahyu memasuki ruang Sidang III Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Kamis (30/4) siang. Kakinya pincang. Pria yang dijuluki Raja Jambret oleh para penadah ini pun sedikit kesulitan ketika duduk tepat di depan Ketua Majelis Hakim, RR Endang Dwi.

gelapkan 8 mobiterdakwa masih ngaku korban

Istimewa

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hanifah SH mulai membacakan dakwaan setelah sidang dibuka. Dalam amar dakwaan, diketahui bahwa Wahyu bulan Februari telah menjambret tas milik saksi korban, . Wahyu lalu menjual barang rampasan seperti ponsel kepada Sri, penadah barang curian yang menawarkan jasanya melalui media sosial.

Ditanya oleh Hakim tentang aksinya tersebut, Wahyu membenarkan. “Saya ngejambret sejak bulan duabelas tahun 2014 (Desember). Seingat saya dalam satu bulan bisa 23 kali menjambret di tempat yang berbeda-beda,” terangnya di depan pengadilan sambil memegangi kakinya yang tertembus peluru polisi.

Hakim sendiri kaget dengan pengakuan terdakwa. Terlebih ketika mengetahui setiap hari terdakwa berkeliling untuk menjambret. “Tiap hari muter. Enggak pakai senjata,” tambah Wahyu yang didakwa melanggar pasal 365 KUHP ini.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar