Ramadhan, Penjual Miras di Jogja Pasarkan Dagangan via Online

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Memasuki bulan puasa, satuan Satpol PP Jogjakarta makin mengintensifkan razia penjualan minuman keras (miras). Sejumlah tempat berhasil ditutup dan pelaku diciduk. Namun bukan berarti penjual miras di Jogja kehabisan akal. Mereka pun banyak yang beralih ke dunia maya menjual dagangannya. GN, pedagang miras berkedok warung di bilangan Jalan Kaliurang misalnya. Ia sudah […]

BERITA JOGJA – Memasuki bulan puasa, satuan Satpol PP Jogjakarta makin mengintensifkan razia penjualan minuman keras (miras). Sejumlah tempat berhasil ditutup dan pelaku diciduk. Namun bukan berarti penjual miras di Jogja kehabisan akal. Mereka pun banyak yang beralih ke dunia maya menjual dagangannya.

Miras

Istimewa

GN, pedagang miras berkedok warung di bilangan Jalan Kaliurang misalnya. Ia sudah merumahkan miras yang kerap dijualnya. “Gantinya ya pakai online saja. Dibikinin sama teman makai blog. Kalau ada yang ke sini (warung) saya kasih alamat blognya. Kan peraturannya enggak ada, ” ujarnya, Minggu (28/6) siang.

Pakar Hukum LBH Sikap, Budi Wandani SH MH membantah jika tidak ada peraturan hukum tentang penjualan miras secara online. Dijelaskan olehnya, penjualan minuman keras via internet melanggar pasal 47 Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Ekektronik.

“Juga melanggar Permendag Nomor 6 tahun 2015. Tidak tercantum bahwa internet adalah media yang sah,” tegasnya.

Penjualan miras melalui internet bersifat mengecer atau satuan. Sejumlah laman menjual perbotol miras saja. Dari kacamata hukum, penjualan eceran ini juga sudah diatur dalam Permendag. “Jadi jelas kalau web yang jual miras melanggar hukum karena tidak tercantum di sejumlah peraturan,” ujarnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

  • Mento

    ngerti aku sopo GN kui…hahahaha Gaaat####