Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) VII (Dokumen Rodovid)

Ramalan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) VII Soal Kraton Jogja

Oleh Jatu Raya,

Tidak pernah ada Raja yang meninggal di Kraton setelah Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) VII

BERITA JOGJA – Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) VII naik tahta pada 1877. Bernama asli Raden Mas Murtejo, setelah berkuasa ia banyak sekali mengizinkan berdirinya pabrik gula di Jogja. Hal ini yang membuat banyak yang menjulukinya sebagai Sultan Sugih. Selain itu Sultan HB VII juga banyak mendirikan sekolah modern.

Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) VII (Dokumen Rodovid)

Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) VII (Dokumen Rodovid)

Sultan HB VII turun tahta pada usia 81 tahun. Peristiwa ini baru pertama kalinya terjadi di Kraton Jogja di mana raja digantikan sebelum ia meninggal. Saat proses turun tahta ini ada ramalan besar yang diucapkan Sri Sultan HB VII soal Kraton Jogja yang hingga kini masih misteri.

“Tidak pernah ada raja yang meninggal di Kraton setelah saya,” kata Sri Sultan HB VII saat turun tahta.

Ramalannya itu mendadak ramai diperbincangkan setelah melihat peristiwa wafatnya Sultan setelah HB VII. Sri Sultan HB VIII dan IX meninggal di luar Kraton. HB VIII meninggal ketika dalam perjalanan ke luar kota sedangkan Sri Sultan HB IX meninggal di Amerika Serikat.

Ramalan Sultan HB VII itu hingga kini belum ada yang berani menafsirkannya secara rinci. Orang hanya menduga-duga ramalan itu setelah dua Sultan setelahnya wafat di luar Kraton Jogja.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar