Rentetan Aksi Teror di Jogja Sejak 2010

Dalam lima tahun terakhir, selalu ada upaya teror menggoyang Jogja yang sukses menimbulkan kepanikan.

BERITA JOGJA – Dalam lima tahun terakhir, selalu ada upaya teror menggoyang Jogja. Pada 2010, muncul teror pembacokkan acak di Jogja. Ada juga teror bom di Solo pada 2012 yang membikin panik Jogja dilanjutkan dengan teror bom di Bandara Adisutjipto yang dilakukan Warga Negara Asing (WNA). Pun tahun berikutnya dengan teror klitih.

Bom yang sering digunakan di tahun 90-an.(Foto: Istimewa)

Bom yang sering digunakan di tahun 90-an.(Foto: Istimewa)

Saat ini Jogja mengalami situasi yang hampir sama. Usai penembakkan dan pengeboman kawasan Sarinah di Jakarta, berhembus isu bahwa Jogja menjadi salah satu daerah target pengeboman. Kepolisian juga meresponnya dengan belum mencabut status Jogja Siaga Terorisme sejak malam Natal 2015.

Awal Februari 2016, Abdul Muhaimin selaku Ketua Forum Komunikasi Penganggulangan Teroris (FKPT) menginformasikan bahwa sudah ada lima calon “pengantin” yang disiapkan untuk mengebom Jogja. “Karena Jogja sedang menjadi perhatian dunia,” analisisnya.

Setelahnya, muncul teror susulan di Jogja Green School di Gamping, Sleman, Rabu (3/2) pagi. Menurut Kepala Sekolah Jogja Green School, Eni Krisnawati, sekitar pukul 11.00 WIB dirinya mendapat pesan singkat dari nomor tak dikenal. Isi pesan singkat itu mengatakan bahwa ada bom di sekolah yang dikelolanya itu.

Setelah dilakukan penyisiran tidak ditemukan adanya bom. Namun, pihak kepolisian akan terus mencari pelaku yang menyebarkan pesan singkat berisi ancaman bom tersebut,” terang Kapolres Sleman, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yuliyanto saat ditemui di lokasi kejadian.

Akibat adanya ancaman bom, sekolah alam yang terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) ini terpaksa menghentikan aktifitas belajar mengajarnya.

 

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar