Riset FEB UGM: Koruptor Rugikan Negara Rp68 Triliun, Hukumannya Cuma Rp700 Miliar

Riset FEB UGM menunjukkan adanya keanehan dalam menjatuhkan hukuman finansial bagi koruptor di Indonesia.

BERITA JOGJA – Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UGM baru-baru ini mengeluakan hasil riset yang mencengangkan soal kasus korupsi di Indonesia. Dari hasil riset FEB UGM , selama 13 tahun ke depan koruptor kelas kakap sudah merugikan negara sampai Rp68 Triliun. Sayangnya, hukuman finansial terhadap 104 koruptor kakap itu hanya Rp700 Miliar. Bedanya jauh.

Uang korupsi

Riset FEB UGM menunjukkan adanya keanehan dalam memberikan hukuman finansial. (Foto:Istimewa)

“Hukuman yang diberikan pada koruptor tajam ke bawah, tumpul ke atas. Itu terjadi sepanjang 2001 sampai 2013,” kata Dr. Rimawan Pradipto, Ketua tim riset FEB UGM.

Rimawan menjelaskan lebih lanjut soal maksud tumpul ke bawah dengan data riset lain. Ia memaparkan untuk koruptor kelas teri yang ngambil duit Rp10-100 juta per orang -tercatat sebanyak 85 koruptor, dengan total kerugian sebesar Rp468 juta, hukuman finansial yang diberikan jauh lebih berat, yakni sekitar Rp22,1 Miliar.

“Hukuman koruptor Gurem 47 kali lipat berat dari kerugian negara. Bandingin saja sama yang koruptor kelas kakap,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar