Sarkem Jogja

Sarkem Jogja Sempat Mau Dipindah ke Umbulharjo

Oleh Nur Janti,

BERITA JOGJA – Begitu mendengar Jalan Pasar Kembang atau dikenal dengan Sarkem, masyarakat Jogjakarta pasti akan langsung tertuju pada daerah pelacuran. Sebenarnya, tidak semua orang yang berada di Jalan Pasar Kembang merupakan orang yang terlibat dalam bisnis pelacuran.   Di wilayah ini memang terdapat penjual bunga yang dulunya sering dibeli untuk pemujaan dan ritual, makanya […]

BERITA JOGJA – Begitu mendengar Jalan Pasar Kembang atau dikenal dengan Sarkem, masyarakat Jogjakarta pasti akan langsung tertuju pada daerah pelacuran. Sebenarnya, tidak semua orang yang berada di Jalan Pasar Kembang merupakan orang yang terlibat dalam bisnis pelacuran.

 

Sarkem Jogja

Istimewa

Di wilayah ini memang terdapat penjual bunga yang dulunya sering dibeli untuk pemujaan dan ritual, makanya wilayah ini bernama Jalan Pasar Kembang. Namun kemudian kata kembang diasosiasikan masyarakat pada para pekerja seks.

Para pekerja seks kebanyakan tinggal di wilayah rukun tetangga 20, 22, 23, dan 25, atau biasa dikenal Gang 3. Mudjiono dalam bukunya Sarkem Reproduksi Sosial Pelacuran (2005:4) mendata jumlah pekerja seks tahun 1997 sebanyak 298 dan di tahun 2003 terdapat 278.

Pemerintah Kota Jogja sempat mengeluarkan kebijakan untuk memindahkan kawasan ini ke Desa Mrican, Umbulharjo, berdasarkan keputusan Nomor 166/KD/1994. Namun hingga kini Sarkem sebagai lokalisasi masih tetap eksis di masyarakat.

Sarkem sudah ada sejak 1818. Tempat ini memang sengaja dibuat oleh Pemerintah Belanda untuk menghabiskan uang para pekerja pembangunan stasiun sekaligus rel kereta api. Tak hanya pelacuran, candu pun disebarkan di wilayah pembangunan rel kereta api agar gaji para pekerja kembali ke kantong Pemerintah Belanda.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar