Sebab Kenapa CLS Kalah Dramatis Atas M88 ASPAC

Oleh Jatu Raya,

Unggul tiga kuarter, CLS habis di 10 menit babak akhir oleh ASPAC. Berikut analisis penyebab kekalahan CLS.

BERITA JOGJA – CLS Knights Surabaya harus menelan kekalahan kedua di IBL musim ini. Pahitnya, kekalahan kedua ini lagi-lagi mereka terima atas M88 ASPAC Jakarta. Kekalahan pertama mereka rasakan di seri pertama Jakarta Januari lalu dengan skor 102-84.

Prastawa (putih-ASPAC) dijaga Sandy saat laga tadi malam. (Foto: IBL Indonesia)

Prastawa (putih-ASPAC) dijaga Sandy saat laga tadi malam. (Foto: IBL Indonesia)

Kekalahan kedua di Seri III Jogja, Sabtu (27/2) malam kemarin jauh lebih menyakitkan ketimbang melihat ASPAC mencapai poin 100 saat seri Jakarta. Memimpin di tiga kuarter (18-9, 35-31, 51-59), CLS gagal memeprtahankan poin di tiga menit kuarter akhir lalu kalah 70-75 atas tim yang dibesut Jugianto Kuntardjo ini.

Perang artileri seperti di seri I Jakarta tidak terlihat sejak tip off. CLS sukses meredam para shooter ASPAC dengan menaruh big man di luar kotak defense bersama Guard. Thoyib dan Febri Untomo cepat menutup ruang tembak para shooter ASPAC seperti Prastawa dan Oki Wira Sanjaya.

Defense ketat ini tidak memberi rasa nyaman bagi Pras maupun Oki di kuarter pertama. Oki hanya mampu melepaskan satu tembakan tiga angka sementara nol bagi Pras. Sebaliknya CLS sukses dua kali meraih poin dari tiga angka melalui Bima Rizki. Begitu juga dengan game plan ke paint area maupun under basket yang sukses dieksekusi Thoyib dan Jamar Johnson.

Saat defense CLS terpaku pada dua shooter, mereka lupa bahwa ASPAC masih punya Rizky Efendi. Dua three points sukses ia lesakkan dan membuat ASPAC menyusul poin setengah botol atas CLS di kuarter pertama, 18-19.

Game Plan CLS tak banyak berubah di kuarter dua. Mereka yakin ASPAC akan menambah artileri menyusul ketinggalan setengah botol. Tapi tampaknya sudah bisa diprediksi juga oleh Jugianto yang mengubah game plan dari 4-1 menjadi 3-2 saat offense. Prastawa dan Fandi Andika ditugaskan lebih banyak melakukan drive in. Hasilnya lumayan sukses saat ASPAC mampu memangkas skor dan mengakhiri kuarter dengan selisih empat poin 35-31. Fandi sukses mengonversi enam poin dan Pras tujuh poin, dan Oki lima poin.

Thoyib masih diposisikan menjaga para shooter di luar paint area oleh Wahyu Hidayat Jati bergantian dengan Sandy Febsiansyakh dan Febri Utomo. Ini dimanfaatkan Jugianto dengan merolling point guard. Prastawa-Mario Gerungan-Teja Widyantaputra dimasukan bergantian. Pun Fidyan Dini yang mengganti Damanik.

Masuknya para pemain cadangan ini seolah jadi angin segar bagi CLS. Masuknya Teja memutar bola di luar paint area terlihat seolah ASPAC sulit menembus defense CLS. Wahyu tahu bahwa defense ASPAC akan terfokus pada Jamar yang lagi-lagi berhadapan dengan Fandi. Di saat Jamar terisolasi, muncul Sandy Febiansyakh yang jadi ujung tombak CLS. 12 Poin ia bukukan di kuarter tiga dan CLS melebarkan selisih delapan poin, 51-59 atas ASPAC.

Kuarter terakhir Game Plan CLS rusak total. Dirolling-nya point Guard ASPAC di kuarter ketiga berbuah manis di 10 menit babak terakhir ini. ASPAC berhasil mengambil game ini dan menang 75-70. Berikut sebab kenapa ASPAC berhasil membalikan keadaan di lima menit kuarter keempat.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar