Sebab Kenapa Patah Hati Itu Perlu

Oleh Jatu Raya,

Pengalaman patah hati biasanya akan berakhir dengan rasa syukur dengan mendapat anugerah tersembunyi.

BERITA JOGJA – Jatuh cinta berjuta suka dan senangnya. Kata orang tahi ayam bisa jadi capuccino. Tapi kalau patah hati, wah, berjuta juga sakit dan dukanya. Setiap hari laiknya hidup di jalan penuh bara sambil memeluk kaktus.

Ilustrasi patah hati. (Dokumen Frontroll)

Ilustrasi patah hati. (Dokumen Frontroll)

Bagi para ahli psikologi, patah hati diakui memang menyebalkan. Tapi mereka juga yakin bahwa patah hati juga kebutuhan psikologis. Sebab dengan patah hati bakal membuka pandangan pada dunia lebih luas lagi. Seperti yang dikemukakan Richard Carlson, Ph.D bahwa patah hati adalah jalan menjadi dewasa.

“Putus pacar atau patah hati adalah persoalan sudut pandang. Siapa menyalahkan siapa atau mencari sebab apa. Saat patah hati, psikologis manusia diajarkan untuk memandang persoalan lebih luas,” tulisnya dalam Bagaimana Tetap Cool Walau Sedang Bete.

Yang paling berat diatasi dalam patah hati adalah mengatasi memori dan kenangan bersama mantan. Memori itu membuat diri ingin melakukannya kembali bersama seorang yang pernah mencintai. Energi akan terfokus untuk mengambil kembali pasangan yang membuat patah hati kemudian lupa akan hal-hal di lingkungan.

“Kalau memakai sudut pandang yang benar, menerima lalu memaafkan, energi itu tidak akan terpakai sia-sia untuk menangisi. Sebaliknya energi itu digunakan untuk berusaha melepaskannya dan melanjutkan hidup,” tambahnya.

Hal inilah yang membuat patah hati itu diperlukan agar manusia mampu memperluas pandangan bahwa tak ada manusia yang mudah untuk memutuskan sesuatu sekaligus jadi penempaan mental dalam melanjutkan hidup. Jika seseorang sudah bisa melewati fase ini dengan benar, pandangannya akan meluas dalam merespon sesuatu.

“Mungkin akan butuh waktu lama, tapi pengalaman putus pacar biasanya akan berakhir dengan rasa syukur dengan mendapat anugerah tersembunyi,” pungkas Carlson.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar