Jalan Cendrawasih

Sebelum Distro, Jalan Cendrawasih Demangan Penuh Warung Utangan

Oleh Jatu Raya,

Preman dan pengusaha distro mengisahkan bagaimana rupa Jalan Cendrawasih di Demangan sebelum adanya invasi distro

Jalan Cendrawasih

Salah satu dari sekian banyak distro dan rumah makan baru di Jalan Cendrawasih Demangan. (Foto: Aristides)

BERITA JOGJA – Jalan Cenderawasih di Demangan dikenal sebagai zona mode-nya anak muda Jogja. Puluhan distro berdirian lalu diserbu anak muda Jogja yang tak mau kudet soal mode. Tiap ada barang baru ditambah diskon besar, distro-distro di sana tinggal nunggu waktu buat dipenuhi para anak muda.

“Sudah beda sama 10 tahun yang lalu. Dulu banget nih di Jalan Cendrawasih cuma ada dua distro. Ada Mailbox sama Starcross, yang lain masih warung sama toko ruko kelontong biasa. Beda banget pokoknya,” kenang T-bong, bos besar distro Starcross.

Jalan Cendrawasih 10-15 tahun lalu memang tak seramai sekarang. Dikisahkan Gondrong, gali yang lumayan senior di wilayah itu, pertumbuhan industri mode pada tahun 2000an awal belum booming di Cendrawasih. Di sisi jalan masih banyak warung kopi atau warung makan tenda, juga toko milik warga.

“Dulu itu Mas, ponakan saya saja masih bisa main badmintonan di pinggir jalan. Masih lumayan sepi, pi pokokmen. ” Lha kalau sekarang main badminton di pinggir jalan aja bisa kesaut motor og Mas,” kisahnya.

Warung-warung yang satu dekade lalu, bahkan lebih ini sebenarnya termasuk ramah bagi mahasiswa yang nge-kos di sekitar Jalan Cendrawasih. Soalnya para mahasiswa boleh utang makan sampai rokok di sana. “Di sini apikan Mas dulu itu warunge, mahasiswane do kere tho, diutangi makan, mbonyon. Sekarang mana ada warung di sini yang mau begitu lagi, wis akeh seng kukut,” ceritanya lagi.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar