Dr.Yap - Berita Jogja

Sejarah Berdirinya RS Dr.Yap

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Banyaknya pendirian kampung di Jogjakarta memasuki abad ke-19 merupakan dampak nasionalisme Sun Yat Sen di Tiongkok. Budi Susanto dalam Identitas dan Postkolonialitas di Indonesia mencatat, gerakan nasionalisme Sun Yat Sen melahirkan gerakan Pan-Tionghoa Jawa. Dampak dari gerakan ini adalah banyaknya imigran baru asal Tionghoa yang datang ke Jogjakarta, kemudian mendirikan banyak sekolah, […]

BERITA JOGJA – Banyaknya pendirian kampung di Jogjakarta memasuki abad ke-19 merupakan dampak nasionalisme Sun Yat Sen di Tiongkok. Budi Susanto dalam Identitas dan Postkolonialitas di Indonesia mencatat, gerakan nasionalisme Sun Yat Sen melahirkan gerakan Pan-Tionghoa Jawa. Dampak dari gerakan ini adalah banyaknya imigran baru asal Tionghoa yang datang ke Jogjakarta, kemudian mendirikan banyak sekolah, pasar, hingga kampung.

Dr.Yap - Berita Jogja

RS Dr.Yap tahun 1937 (Dokumen Wikimap)

Gerakan ini disertai dengan perangkulan seluruh lapisan masyarakat di Jogjakarta. Warga Tionghoa di Jogja merangkul kolonial, pejabat Kraton, hingga penduduk.Strategi ini berhasil. Warga Tionghoa mendapatkan kepercayaan dari pemerintah Hindia Belanda dan Keraton Jogjakarata.

Salah satu buktinya adalah pendirian Rumah Sakit Prinses Juliana Gasthuis voor Ooglijders yang kini dikenal dengan Rumah Sakit Dr.Yap pada tahun 1923. Pendirinya adalah seorang Tionghoa bernama Yap Hong Ttjoen. Mulanya, Dr.Yap didirikan di Jalan Gondolayu. Bertambahnya kebutuhan membuat Dr.Yap berpikir untuk membesarkan RS ini. Saat ituah datang bantuan dari Keraton dengan tawaran tanah seluas 2.955 meter persegi untuk pembangunan.

Diberi “ruang” sedahsyat ini, warga Tionghoa menyatakan dukungannya pada Sultan HB IX saat naik tahta tahun 1940. Padahal masa itu warga Tionghoa sangat dekat ke kolonial. Namun mengingat jasa Kraton terhadap warga Tionghoa sejak To In, Tan Jin, dan Dr.Yap, mereka mendukung penaikan tahta tersebut.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar