Pabrik Gula di Jogja

Sejarah Industri Gula di Jogja (Bagian Pertama)

BERITA JOGJA – Sedikitnya terdapat 17 pabrik gula peninggalan pemerintahan kolonial yang pernah berdiri di Jogjakarta. Kebanyakan dari pabrik tersebut telah tutup dan bekas bangunannya pun beralih fungsi. Madukismo adalah satu di antara banyak pabrik yang tersisa. Dari pabrik gula seperti Madukismo itulah dicatatkan kisah manis industri gula di Jogja masa silam yang turut mengangkat […]

BERITA JOGJA – Sedikitnya terdapat 17 pabrik gula peninggalan pemerintahan kolonial yang pernah berdiri di Jogjakarta. Kebanyakan dari pabrik tersebut telah tutup dan bekas bangunannya pun beralih fungsi. Madukismo adalah satu di antara banyak pabrik yang tersisa. Dari pabrik gula seperti Madukismo itulah dicatatkan kisah manis industri gula di Jogja masa silam yang turut mengangkat perekonomian warganya.

Pabrik Gula di Jogja

Istimewa

Tapi tahukah kamu bahwa tebu yang menjadi bahan baku utama pengolahan di pabrik gula tidak selamanya menghasilkan rasa yang manis? Tebu sebagai bagian dari politik Cultuur Stelsel atau yang sangat populer disebut Tanam Paksa, digalakkan pemerintahan kolonial mengekang hampir seluruh petani di Jawa. Petani dipaksa untuk menyerahkan 20% lahannya untuk ditanami komoditas dagang (kopi, lada dan tebu) guna kepentingan memperkaya diri pemerintahan kolonial. Hal tersebut masih ditambah dengan pajak tinggi yang harus disetorkan petani setiap panennya.

Situasi berbeda terjadi di Jogja dan Surakarta. Sistim tanam paksa tidak pernah benar-benar diterapkan di dua wilayah ini, bahkan pemerintahan kolonial mendirikan pabrik gula di atas tanah yang mereka sewa pada otoritas setempat, yakni keraton. Pemerintahan kolonial juga secara penuh menyerahkan pengelolaan pabrik pada pihak kerajaan.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar