Padepokan bagong Kussudiarja

Serunya Jalan-Jalan ke Padepokan Bagong Kussudiarja

Oleh Jatu Raya,

Sejumlah program yang dirancang untuk meramaikan kembali PSBK seperti jagongan wagen dan workhsop seni

BERITA JOGJA – Sejak berdiri tahun 1978 sudah banyak seniman yang belajar ke padepokan yang beralamat di Dusun Kambaran, RT 04, Kelurahan Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Bantul ini. Tak hanya seniman, para pelajar dan pegawai instansi juga cukup sering mengunjungi padepokan yang gagah berdiri di tanah seluas 5000 meter persergi ini.

Padepokan bagong Kussudiarja

Patung Bagong Kussudiarja di PSBK. (Foto: Aristides)

Awalnya Padepokan Seni Bagong Kussudiarja (PSBK) merupakan tempat latihan tari seniman besar Bagong Kussudiarja pada 1958 yang kemudian resmi menjadi padepokan pada 3 Oktober 1978. Namun, sejak Bagong meninggal tahun 2004, padepokan ini mengalami vakum yang lumayan panjang. Terlebih lagi saat gempa 2006, sejumlah bangunan pun runtuh. Namun, pemikiran, semangat, dan karya seni Almarhum tak ikut runtuh. Sebaliknya, itu menambah semangat para ahli waris membangun kembali tempat bersejarah ini.

“Para ahli waris Almarhum ini abnormal, hehehe. Kalau normal, warisannya sudah dibikin rumah sendiri-sendiri. Namun mereka sepakat untuk membangun kembali dan meramaikan padepokan ini seperti zaman dulu. Semangat berkesenian dan pengabdian untuk rakyat pada diri almarhum menular ke anak-anaknya,” cerita Nunung Deni Puspitasari, kurator PSBK.

Butet Kertaredjasa kemudian mulai membangun kembali PSBK. Butet lalu mengajak rekannya untuk menghidupkan kembali PSBK agar ramai dan bermanfaat bagi masyarakat laiknya zaman dulu. Pada 2007, cita-citanya tercapai. Sejumlah program yang dirancang untuk meramaikan kembali PSBK seperti jagongan wagen dan workhsop seni. Dari masyarakat, PNS, polisi, pelajar, masyarakat, dan jurnalis pernah diajak untuk mengikuti workshop ini.

Butet menceritakan perbedaan PSBK tahun 1978-2004 dan kekinian. Ia menuturkan¬† bahwa ketika Alm masih hidup, konsep PSBK seperti pesantren. Banyak orang berkegiatan di sana.”Dulu kayak pesantren, banyak orang yang beraktivitas di sana, nginep di sana, belajar di sana. Sekarang kita lebih banyak di workshop-workshopnya. PSBK saat ini memfasilitasi empat kelompok, yaitu seni tari, teater gandrik, kuatneika-nya Mas Djaduk dan Sinten remen,” katanya.

Ditambahkan Nunung, ketika PSBK didirkan dan dibangun oleh Bagong Kussudiarja, seniman besar di Indonesia ini selalu mengingatkan bahwa seni bukan untuk diri sendiri melainkan jadi sarana pengabdian ke masyarakat.¬† “Almarhum selalu punya keinginan untuk menanamkan rasa bertanggung jawab kepada mereka yang belajar di padepokan agar mereka perlu mengabdikan diri ke masyarakat dan kemanusiaan demi atau dengan perantara kesenian. Itulah tujuan padepokan,”

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

  • mbak yeyen

    Jadi pengen kesana ih

  • eRVan xm2

    Inget Mas Djajuk jd Kangen acara Dua Warna RCTI, #KerenBanget