sejarah candu di Jogja

Sejarah Peredaran Opium di Jogja

Oleh Maya Eka,

BERITA JOGJA – Opium atau candu masuk ke Jogja sejak 1802. Butuh waktu 10 tahun untuk menjadikannya populer di kalangan sekitar kerajaan dan rakyat. Kepopuleran candu satu dekade setalah kemunculannya di Jawa dicatat oleh van Sevenhossen. Sevenhossen mencatat bahwa candu, tidak hanya dinikmati kelas atas saja, namun juga jadi favorit buruh pasar hingga pedagang di […]

BERITA JOGJA – Opium atau candu masuk ke Jogja sejak 1802. Butuh waktu 10 tahun untuk menjadikannya populer di kalangan sekitar kerajaan dan rakyat. Kepopuleran candu satu dekade setalah kemunculannya di Jawa dicatat oleh van Sevenhossen.

sejarah candu di Jogja

Istimewa

Sevenhossen mencatat bahwa candu, tidak hanya dinikmati kelas atas saja, namun juga jadi favorit buruh pasar hingga pedagang di sekitar kerajaan atau Kraton.

Catatan van Sevenhossen diperkuat data dari Crawurd Mack. Dalam Sultan Country, Crawurd menuliskan bahwa kepopuleran candu pada 1812 memunculkan banyak pelabuhan baru di tanah Jawa. Tercatat sebanyak 34 bandar baru bermunculan dengan 187 tol besar dan 106 tol kecil. Jogjakarta sendiri dipilih para penjual candu sebagai daerah pembuatan tiga gudang besar candu.

Pembangunan gudang juga disertai penjualan candu di Jogjakarta. Louw lewat De Java Oorlog menuliskan bahwa ada beberapa kerabat Kraton yang juga ikut mengonsumsi candu. Sasaran para penjual candu yang kala itu dikuasai orang-orang Tiongkok tak hanya para tuan tanah atau kerabat kerajaan saja, namun juga rakyat.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar