ronda

Sejarah Ronda di Pulau Jawa

Oleh Maya Eka,

BERITA JOGJA – Sejarah ronda di Pulau Jawa dimulai sejak era homo soloensis. Manusia purba yang ditemukan Von Koeningswald dan Weidenrich antara tahun 1931-1934 di sekitar sungai bengawan solo ini merupakan koloni yang senang berpindah-pindah. “Jadi pada suatu koloni di daerah tertentu, setiap malam ada yang bertugas melakukan penjagaan daerah. Mereka patroli mengelilingi wilayahnya untuk […]

BERITA JOGJA – Sejarah ronda di Pulau Jawa dimulai sejak era homo soloensis. Manusia purba yang ditemukan Von Koeningswald dan Weidenrich antara tahun 1931-1934 di sekitar sungai bengawan solo ini merupakan koloni yang senang berpindah-pindah.

Sejarah Ronda di Pulau Jawa

Dokumen UGM

“Jadi pada suatu koloni di daerah tertentu, setiap malam ada yang bertugas melakukan penjagaan daerah. Mereka patroli mengelilingi wilayahnya untuk menjaga daerah kekuasaan. Dari sini bisa terlihat bahwa konsep ronda sudah ada sejak lama,” jelas Djumarwan, Sejarawan UNY.

Ronda dalam perkembangannya merupakan aktivitas yang menanungi konsep kepemilikan barang. Ini bisa dilihat sejak zaman pra kolonial di mana sistem sosial yang terbagi menjadi beberapa golongan sejak kedatangan agama Hindu. Apa yang dimiliki kasta tertinggi haruslah dilindungi dari aksi kriminalitas para kecu (perampok).

“Di kerajaan-kerajaan nusantara, setiap malam prajurit juga berpatroli mengelilingi benteng. Mereka tidak ingin ada orang asing yang masuk ke dalam kerajaan yang kala itu langsung divonis menjadi tindakan kriminal,” tambah Djumarwan.

Halaman

1 2 3 4

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

  • Borek

    Mantap!! Gitu to sejarah ronda..g ngira gue