Selokan Mataram

Sejarah Selokan Mataram: Dari Zaman Jepang Sampai Asat

Oleh Maya Eka,

BERITA JOGJA – Bagi setiap orang yang mengenal Jogjakarta, tentu saja tidak akan asing dengan Selokan Mataram. Sebuah saluran air yang menghubungkan antara kali Progo dengan kali Opak. Selokan Mataram dibangun pada era penjajahan Jepang, guna mengaliri areal pertanian seluas 15.734 ha, kala itu. Bahkan hingga saat ini pun masih berfungsi. Seiring dengan bertambahnya usia, […]

BERITA JOGJA – Bagi setiap orang yang mengenal Jogjakarta, tentu saja tidak akan asing dengan Selokan Mataram. Sebuah saluran air yang menghubungkan antara kali Progo dengan kali Opak. Selokan Mataram dibangun pada era penjajahan Jepang, guna mengaliri areal pertanian seluas 15.734 ha, kala itu. Bahkan hingga saat ini pun masih berfungsi.

Selokan Mataram

Istimewa

Seiring dengan bertambahnya usia, bangunan peninggalan Jepang tersebut tak bisa lepas dari berbagai kerusakan. Kerusakan paling parah terjadi pada 1979. Akibat dari kerusakan tersebut, saluran air yang menghubungan antara kali Progo dan kali Opak tersebut mengalami kekeringan hingga lebih dari satu bulan.

Kerusakan terjadi di daerah tanggul yang berada di daerah Bligo. Kala itu, tanggul yang sudah dimakan usia tak mampu lagi menampung debit air yang berlebih, sehingga diperlukan perbaikan menyeluruh. Kala itu, melalui Proyek Irigasi Kali Progo, yang digagas oleh DPRD Jogjakarta, perbaikan penuh pun dilakukan di sekitar tanggul di Bligo dan Bendungan Karangtalun, yang terdapat di sebelah Selokan Vander Wijck.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar