Sejarah seragam sekolah di Jogja

Sejarah Seragam Sekolah di Jogja

Oleh Maya Eka,

Tahun 1982 pemerintah menyeragamkan pakaian sekolah negeri melalui SK Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 52, tanggal 17 Maret 1982

BERITA JOGJA – Sejarah seragam sekolah di Jogja bisa dilacak sejak masuknya Belanda. van Deventer sang penggagas politik balas budi menekan pemerintah kolonial untuk mendirikan sekolah-sekolah di Jogja sebagai bentuk balas budi setelah adanya sistem paksa. Pemerinta kolonial menuruti dengan menciptakan aturan-aturan tentang seragam.

Sejarah seragam sekolah di Jogja

Dokumen SMP 1 Nawangan

Sayangnya, hanya kaum bangsawan atau priyai yang boleh sekolah di sana. Para anak priyai ini diwajibkan memakai pakaian yang seragam yang sesuai dengan peraturan sekolah. Seragam sekolah anak-anak priyayi biasanya memakai pakaian gaya Eropa, yaitu rok dan blouse bagi perempuan, kemeja dan celana pendek atau panjang bagi laki-laki. Setelah Belanda pergi, adanya penyeragaman pakaian saat menerima pendidikan ini diadopsi oleh pemerintah Orde Lama (Orla).

Pada tahun 1950an, sebagian besar anak-anak sekolah memakai seragam hitam-putih. Penyeragaman ini dilakukan setelah adanya seruan bahwa untuk berpakaian yang rapi melambangkan intelektualistas para murid.

Penyeragaman seragam sekolah kembali diadopsi Orde Baru (Orba) pasca dilengserkannya Sukarno. Seragam siswa sekolah tidak lagi hitam dan putih. Dari sudut pandang politik, hal ini merupakan bagian dari rencana penghapusan memori kolektif Orba terhadap sisa-sisa peninggalan Orla.

Tiap sekolah pada awal pemerintahan Orba dibebaskan membuat kebijakan masing-masing tentang seragam sekolahnya. SMA 1 Jogjakarta, atau yang dikenal sebagai SMA Teladan terkenal dengan seragam putih-abu-abu. Sedangkan yang lainnya, juga memakai atasan putih, namun warna celananya berbeda. Ada yang cokelat, merah, dan lain sebagainya.

Baru pada tahun 1982 pemerintah menyeragamkan pakaian sekolah negeri melalui SK Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 52, tanggal 17 Maret 1982. SK tersebut mengatur mekanisme penyeragaman pakaian sekolah negeri, di mana SD memakai seragam berwarna merah-putih, SMP dengan putih-biru, dan SMA dengan putih-abu-abu.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar