Sejarah wayang gagrag

Sejarah Wayang Gagrag Jogja

Oleh Nur Janti,

BERITA JOGJA – Wayang merupakan kesenian khas Indonesia. Jenis wayang pun beragam, seperti wayang kulit, wayang golek, wayang beber,hingga wayang wong. Jenis-jenis wayang ini berbeda di tiap daerah dengan cirinya masing-masing. Wayang kulit gagrag (khas atau gaya) Jogjakarta tentu berbeda dengan Surakarta, Kedu, atau Prayungan. Jayaprana, abdi Pangeran Mangkubumi atau Hamengku Buwono I, beserta keturunannyalah […]

BERITA JOGJA – Wayang merupakan kesenian khas Indonesia. Jenis wayang pun beragam, seperti wayang kulit, wayang golek, wayang beber,hingga wayang wong. Jenis-jenis wayang ini berbeda di tiap daerah dengan cirinya masing-masing.

Sejarah wayang gagrag

Istimewa

Wayang kulit gagrag (khas atau gaya) Jogjakarta tentu berbeda dengan Surakarta, Kedu, atau Prayungan. Jayaprana, abdi Pangeran Mangkubumi atau Hamengku Buwono I, beserta keturunannyalah yang menciptakan berbagai kekhasan wayang ini.

Cerita bermula ketika Jayaprana beserta anaknya, Jaka Penatas, pergi ke daerah Bagelen (dahulu merupakan wilayah Kesultanan Jogjakarta) untuk persiapan perang di Tidar. Di sana, ia tinggal di rumah salah satu penduduk Danaraja bernama Atak. Segala kebutuhan Jayaprana dan anaknya dipenuhi oleh Atak dan anaknya, Sutinah.

Setelah selesai peperangan, Jayaprana membayar kebaikan Atak dengan mengajarkan cara membuat wayang. Tak hanya itu, Jaka Penatas dan Sutinah pun dinikahkan agar hubungan tak putus begitu saja. Lalu, lahirlah Bagus Riwong, anak Jaka Penatas dan Sutinah meski Jayaprana dan anaknya mesti kembali ke pusat kerajaan.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar