Akira Kurosawa (Istimewa)

Sekolah Film di Jogja Zaman Revolusi

Oleh Nur Janti,

BERITA JOGJA – Banyak sekolah film di Jogja zaman revolusi. Tercatat ada tiga sekolah film, yakni Kino Drama Atelier (KDA) didirikan oleh Dr. Huyung, D. Djajakusuma, D. Suraji, dan Kusbini. Salah satu murid KDA adalah Sumardjono. Dr. Huyung, salah satu pendiri KDA, sebelumnya merupakan serdadu Jepang dari Korea yang kemudian enggan kembali ke negaranya dan […]

BERITA JOGJA – Banyak sekolah film di Jogja zaman revolusi. Tercatat ada tiga sekolah film, yakni Kino Drama Atelier (KDA) didirikan oleh Dr. Huyung, D. Djajakusuma, D. Suraji, dan Kusbini. Salah satu murid KDA adalah Sumardjono. Dr. Huyung, salah satu pendiri KDA, sebelumnya merupakan serdadu Jepang dari Korea yang kemudian enggan kembali ke negaranya dan menetap di Jogjakarta.

Kusbini salah satu peniri KDA (Istimewa)

Kusbini salah satu peniri KDA (Istimewa)

Stichting Hiburan Mataram (STM) didirikan oleh pejabat Kementrian Penerangan, seperti R.M. Daryono, R.M. Haryoto, dan R. Margono Djojohadikusumo. Tahun 1948 Kementrian Penerangan mendirikan Cine Drama Atelier (CDI), beberapa orang muridnya seperti Alam Suryawidjaya dan Deliana.

Sekolah film di Jogja banyak berdiri saat zaman Jepang. Jauh sebelumnya, kaum Tionghoa juga banyak mendirikan sekolah film, namun tutup saat tentara Dai Nippon masuk ke Jogja.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar