Sekolah zaman Belanda

Sekolah-Sekolah Zaman Belanda di Jogjakarta (Bagian Tiga)

Oleh Nur Janti,

BERITA JOGJA – Dua belas tahun setelah lahirnya Politik Etis, jumlah sekolah di Jogjakarta terus bertambah. Tercatat pada 1919-1942 ada tiga belas Sekolah Kelas Dua di Kota Jogjakarta, yakni Margoyasan, Jetis, Ngabean, Pakualaman, Gading, Sosrowijayan, Tamansari, Lempuyangan, Kintelan, Tagalpanggung, Timuran, dan Panembahan. Jumlah ini belum termasuk sekolah-sekolah lain yang ada di kabupaten lain. Sekolah Kelas […]

BERITA JOGJA – Dua belas tahun setelah lahirnya Politik Etis, jumlah sekolah di Jogjakarta terus bertambah. Tercatat pada 1919-1942 ada tiga belas Sekolah Kelas Dua di Kota Jogjakarta, yakni Margoyasan, Jetis, Ngabean, Pakualaman, Gading, Sosrowijayan, Tamansari, Lempuyangan, Kintelan, Tagalpanggung, Timuran, dan Panembahan. Jumlah ini belum termasuk sekolah-sekolah lain yang ada di kabupaten lain.

Sekolah zaman Belanda

Gedung Ambonsche School yang kini dipakai SDN Ngupasan (Foto: Nur Janti)

Sekolah Kelas Dua yang ada di Jogjakarta pun bermacam-macam. Ada Vervolgschool, Sekolah Kelas Dua yang lama studinya lima tahun. Ada pula Schakelschool sekolah yang menampung tamatan dari Vervolgschool. Meski sama-sama sekolah dasar, tamatan Vervolgschool tidak dapat menyamai tamatan HIS. Ketika melanjutkan studi ke Schakelschool yang jenjang belajarnya empat tahun baru dapat setara dengan siswa lulusan HIS.

Schakelschool hanya berada di beberapa wilayah, seperti Kota Jogjakarta, di Wirotomo, Tanjung; di Wonosari, bekas gedung sekolah ini berada di Kompleks Kabupaten Wonosari; di Wates, terletak di SDN I Wates; dan di Bantul, tempat yang dulunya Schakelschool kini disebut Gedung Putra Ladang di daerah Gayam.

Pun di Jogjakarta terdapat sekolah khusus putri, seperti sekolah yang berada di Jalan Serayu, Wates. Ambonsche Burgerschool, sekolah dasar yang menampung anak-anak Ambon di Jogjakarta ketika zaman Belanda kini ditempati oleh SDN Ngupasan.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar