Mahasiswa Benteng Terakhir Paham Radikal

Anak muda dinilai rentan tergoda propaganda ISIS dalam satu tahun terakhir,

Anak Muda Galau Rentan Gabung ISIS

Anak Muda Galau Rentan Gabung ISIS (Sumber Boston Globe)

BERITA JOGJA – Perkembangan jaringan dengan paham radikal seperti ISIS semakin mengkhawatirkan. Paham radikal yang diusung oleh ISIS ini bahkan dikhawatirkan tumbuh menjadi jaringan terorisme. Saat ini kelompok ISIS diperkirakan kemampuannya sudah melebihi kemampuan kelompok Al-Qaeda. Kekhawatiran ini sebagaimana dilontarkan oleh Sekretaris Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Mayor Jendral (Mayjen) TNI Abdul Rahman Kadir dalam dialog penanggulangan paham ISIS yang diadakan di UMY, Selasa (15/9).

Abdul Rahman menerangkan  bahwa aksi brutal yang dipertunjukkan oleh ISIS menunjukkan betapa ISIS sudah berani membuka front dengan negara-negara lainnya. Selain itu, ISIS juga semakin berani untuk merekrut pejuang-pejuang asing untuk ikut bergabung bersama mereka dan turut berperang melawan musuh-musuh ISIS.

Untuk merekrut pejuang-pejuang asing, ISIS menggunakan media sosial. ISIS juga diduga menggunakan jaringan internet untuk melakukan propaganda dan mengajak para pejuang bergabung dalam paham radikal yang diusungnya.

“Selama ini kelompok yang rentan termakan propaganda ISIS adalah kelompok anak muda, baik pelajar maupun mahasiswa. Karena itu institusi pendidikan dan kelembagaan pelajar maupun mahasiswa, harus bisa mencegah serta mendeteksi dini terhadap paham radikal ISIS. Sehingga jika ada anak muda yang akan bergabung dengan ISIS bisa ditangkal,” jelas Abdul Rahman.

Berdasarkan data BNPT, saat ini sudah ada sekitar 500 orang Indonesia yang bergabung dengan ISIS. Dari 500 orang ini diduga sebagian besar adalah anak muda.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar