Selamat Pagi Vol.10: Antara Musik,Lapak Kreatif, dan Puisi Pokemon

Oleh azkamaula,

Pokemon duduk di tepi jembatan setelah kenyang makan besi, makan motor, lalu membersihkan sungai yang kotor.

Suasana Selamat Pagi Vol 10 di Dusun Krapyak (Foto: Azka)

Suasana Selamat Pagi Vol 10 di Dusun Krapyak (Foto: Azka)

BERITA JOGJA – Yayasan Kampung Halaman bersama Youth Coop adalah inkubator anak-anak muda kreatif di Jogja. Mereka mencari, mengumpulkan, belajar bersama, lalu menyajikan anak-anak muda dengan kreativitas yang kerap mengundang decak kagum. Sebut saja sajian Laboraturium Bunyi (LaBunyi), album rekaman dua band yang dikumpulkan mereka dibantu Farid FSTVLST dan Momo (eks Captain Jack) atau event bertajuk “Selamat Pagi” yang jadi “lapak” hasil produktivitas itu disajikan.

Seperti “Selamat Pagi Vol.10″ Minggu (31/7) tadi. Ada keriangan di kantor Yayasan Kampung Halaman di lembah sungai Dusun Krapyak, Ngaglik Sleman. Ratusan anak muda berkumpul, menikmati pagi dengan kopi, teh, dan masakan hasil kreativitas anak muda yang lapaknya rapi berjejer di bantar sungai. Puluhan yang lainnya sibuk memfoto lukisan bertema “Sungai” dari anak-anak SD 1 Krapyak sembari tertawa geli membaca kolase kata berantai yang ditulis anak-anak di dinding luar kantor.

“Untuk Vol.10 ini kami enggak nyangka kalau pengunjungnya sebanyak ini. Setelah La Bunyi kemarin (Baca: Bersenang-Senang Bersama LaBunyi di Panggung Lembah Krapyak) kami baru menggelar lagi. Sekarang ada pameran lukisan teman-teman SD 1 Krapyak, pameran lukisan Helmi Fuadi, lapak-lapak kreatif anak muda yang jual makanan dan aksesoris, dan tentunya band unik yang bakal meramaikan pagi,” beber Yusuf Safary, pegiat Yayasan Kampung Halaman ditemui di lokasi.

Akar Pijar X Mengalun Kayu (Foto: Azka Maula)

Akar Pijar X Mengalun Kayu (Foto: Azka Maula)

Sekitar pukul 10.00 WIB, Selamat Pagi Vol.10 dibuka dengan penampilan Akar Pijar yang mengelu lewat lirik-lirik protes dengan musik akustik. Ratusan pengunjung, entah yang anteng duduk di tikar atau pinggiran sungai diam seolah tak tahu lagi bagaimana menyampaikan amarah kecuali diam. Tawa yang sempat lenyap kembali muncul ketika anak-anak kelas 1 SD Krapyak muncul di atas panggung membacakan kolase kata bernada puisi.

Mereka menuangkan kejujuran lewat larik, “Ayam makan padi lalu main perosotan di sungai” atau “Pokemon duduk di tepi jembatan setelah kenyang makan besi, makan motor, lalu membersihkan sungai yang kotor” membuat tawa pengunjung pecah. Para bule, yang sengaja datang ke Selamat Pagi Vol.10 dari California pun ikut tertawa meski tak mengerti bahasanya.

Anak-Anak SD 1 Krapyak baca puisi (Foto: Azka Maula)

Anak-Anak SD 1 Krapyak baca puisi (Foto: Azka Maula)

“Saya tidak mengerti bahasa Indonesia. Tapi yang namanya seni, mereka meruangkan energi. Itu yang saya rasakan bersama teman-teman di sini sehingga saya bisa tertawa sepuas ini. Saya juga baru tahu ada acara seasyik ini di Jogja setelah diberitahu teman. Selamat Pagi memang unik dan menyenangkan,” kata Jake, bule asal California yang ikut nongkrong di Selamat Pagi.

Lapak produk industri kreatif anak muda Jogja makin ramai dikunjungi. Kanan_Garage misalnya. Aksesori berupa gelang unik dan pin yang dibuat dari tutup botol bekas sangat menarik mata dan memengaruhi tangan merogoh dompet. Apalagi mereka menjual dengan sangat murah, Rp 2 ribu per aksesorisnya.

Kreasi Kanan_Garage (Foto: Azka Maula)

Kreasi Kanan_Garage (Foto: Azka Maula)

Lapak kuliner juga tak berhenti membuatkan pesanan. Bakso Tuna, Cinits Bread, kopi arabica, jamu, dan bebek panggang pun diserbu para pengunjung yang sudah kelaparan jelang siang hari.

Tengah hari panggung seni kembali diramaikan Summerchild. Band pengusung Brutal Post Rock ini tampil prima. Raungan gitar yang dihasilkan tanpa sound monitor diimbangi bass line empuk kalem makin nyaman didengar dengan gebukkan drum yang antibalap. Afapika yang jadi band penutup juga sukses membawa penonton betah berlama-berlama di tempat meski hari tak lagi pagi.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar