Sekaten

Serunya Membongkar Kenangan di Sekaten Jogja

Bukan hanya menjadi tujuan untuk bermain, Pasar Malam Sekaten juga kerap kali didatangi orang untuk bernostalgia.

BERITA JOGJA – Pasar Malam Sekaten merupakan hajatan rutin tahunan yang digelar di Jogja maupun Solo. Pasar Malam Sekaten digelar setiap bulan Maulud, bulan ketiga dalam kalender Jawa. Berbagai penjual makanan, jajanan, permainan, tanaman hingga stan kerajinan campur menjadi satu di Pasar Malam Sekaten yang diselenggarakan di Alun-alun Utara.

Sekaten

Stan permainan di Sekaten sudah selesai dibangun. (Foto: Aristides)

Mengunjungi Pasar Malam Sekaten bagi sebagian orang tak hanya untuk berburu makanan maupun keramaian saja. Ada beberapa gelintir orang yang ternyata mendatangi Pasar Malam Sekaten untuk merawat kenangan ataupun bernostalgia.

Salah satunya adalah Suprapto Hadi, seorang lelaki berumur 40 tahun. Suprapto yang berdomisili di Semarang ini sengaja jauh-jauh datang ke Pasar Malam Sekaten untuk sekadar mengingat kenangan masa kecilnya.

“Dulu saya setiap ada Sekaten selalu diajak bapak ke sini. Sekitar tahun 70 an sampai 80an lah saya sering diajak bapak. Sekarang ke Sekaten lagi sambil membawa anak dan istri,” cerita Suprapto saat ditemui Beritajogja.id, Sabtu (12/12) malam.

Menurut Suprapto, saat ini Sekaten lebih meriah dibandingkan ketika dia diajak oleh bapaknya. Saat ini permainan yang ditampilkan di Sekaten jauh lebih beragam.

“Dulu kalau ke Sekaten ya cuma muter-muter saja. Terus dibeliin bapak endog abang. Sekarang saya juga mau beliin anak saya endog abang. Setiap beli endog abang saya teringat masa kecil saya dan bapak saya,” ungkap Suprapto.

Senada dengan Suprapto, Thomas seorang warga Ngampilan, Jogja pun juga mengaku datang ke Sekaten selain untuk refreshing juga untuk mengenang masa kecilnya. Dibesarkan di era 90 an, Thomas kerap ke Sekaten bersama beberapa orang tetangganya.

“Dulu sama tetangga sama teman ke Sekaten bareng-bareng sambil naik sepeda dari Ngampilan ke Sekaten. Di Sekaten jajan bakso, terus main rumah hantu, main bianglala sama main lempar gelang dapat rokok. Seru-seruan gitulah dulu,” cerita Thomas.

Untuk mengenang masa lalunya bermain di Sekaten, Thomas sengaja datang bersama tiga orang tetangga dan temannya saat kecil. Tujuannya untuk reunian dan seru-seruan di Sekaten.

“Tadi sempat masuk ke rumah hantu. Dulu takut sekali mau masuk ke rumah hantu. Sampai dorong-dorongan siapa yang duluan masuk. Begitu masuk dalam langsung jerit-jerit kaget. Sekarang kalau ingat jadi geli, ngapain dulu takut. Tapi dulu ya seru aja seh. Di dalam teriak-teriak kaget begitu keluar ngetawain temen yang jeritnya paling kenceng. Padahal dulu, sama-sama jeritnya,” kenang Thomas.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar