Sleman dan Bantul Rawan Konflik Berlatar Agama

Oleh Kresna,

Kantor Wilayah Kementerian Agama Jogja memprediksi Sleman dan Bantul jadi daerah yang rawan konflik berlatar agama

BERITA JOGJA – Kabupaten Sleman dan Bantul menjadi kawasan rawan gerakan radikal. Hal tersebut diungkapkan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jogja pasca peristiwa bom di Sarinah, Jakarta.

Sarung Tinju

Ilustrasi konflik (Dokumen Istimewa)

Kepala Seksi Kemitraan Umat Islam Kemenag Jogja, Su’ud mengatakan berdasarkan pemetaan yang dilakukan mereka, dua kabupaten tersebut menjadi paling rawan dibanding tiga lainnya. “Yang rawan itu Bantul dan Sleman. Disusul Kota Jogja, Gunungkidul dan yang relatif aman itu Kulonprogo,” katanya saat ditemui wartawan, Selasa (19/1).

Tingkat kerawanan tersebut diukur dari banyak kasus yang pernah terjadi dan potensi konflik. “Kasus dan konflik dengan kekerasan yang menjadi indikator kami. Di Sleman dan Bantul itu paling banyak konflik sosial berlatar belakang agama,” terangnya.

Dia memprediksi dua daerah tersebut menjadi rawan karena letaknya yang strategis dan mudah diakses dari daerah lainnya. “Sleman itu terbuka sekali, dari daerah mana saja bisa masuk, belum lagi banyak mahasiswa pendatang. Kota juga seperti itu, kultur Jogja yang terbuka juga membuat paham apa saja mudah masuk,” tandasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar