Sleman Wajib Jadi Lumbung Padi Daerah

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA -Sleman harus jadi lumbung padi di daerah sendiri. Jangan sungkan untuk memakai merk “Sleman” di produksi padinya. Demikian kata Wakil Bupati (Wabup) Sleman, Yuni Satia Rahayu saat menghadiri panen padi Mikongga Kelompok Tani Purwotani, Kamis (26/3) di Desa Bimomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman. Bersama puluhan petani, Yuni memanen padi dengan total 11 ton. “Petani […]

BERITA JOGJA -Sleman harus jadi lumbung padi di daerah sendiri. Jangan sungkan untuk memakai merk “Sleman” di produksi padinya. Demikian kata Wakil Bupati (Wabup) Sleman, Yuni Satia Rahayu saat menghadiri panen padi Mikongga Kelompok Tani Purwotani, Kamis (26/3) di Desa Bimomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman. Bersama puluhan petani, Yuni memanen padi dengan total 11 ton.

Yuni panen padi Sleman

Yuni bersama Kelompok Tani memanen padi, Kamis (26/3) pagi. (Foto: Lia)

“Petani belum terpikir pakai nama sendiri tapi masih menggunakan nama produk lain. Kami ingin beras Sleman seharusnya pakai nama daerah, buktikan bahwa beras Sleman tidak kalah dengan beras lain,” harap Yuni.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Purwotani, Sri Widarsono, mengatakan bahwa panen kali ini merupakan uji coba varietas yang sebelumnya menggunakan ciherang. Ia membeberkan bahwa saat panen sendiri ditemui sejumlah kendala seperti tanam yang tidak serempak dan belum semuanya menggunakan pupuk organik. “Selain itu hasil panen kali ini banyak yang kena ulat,” tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Widi Sutikno mendukung adanya program pangan untuk Sleman ini. Menurut Widi, sudah saatnya para petani membuat Sleman jadi lumbung padi daerah sendiri.”Dengan mamakai nama Sleman dan untuk kebutuhan sendiri, secara tidak langsung kita sudah akan melangkah menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” ujarnya mengamini Yuni.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar