Solusi Konkret Atasi Banjir dan Genangan Air Hujan di Jogja

Oleh Jatu Raya,

Pemerintah bersama masyarakat harus memperbaiki sistem tata ruang kota yang disertai penegakkan regulasi

BERITA JOGJA – Kamis pagi 23 April 2015. Sekitar 50-an prajurit TNI bersama Komunitas Peduli Gajah Wong (KPGW), warga, dan TIM SAR Kabupaten Sleman membersihkan perumahan penduduk di Jalan Grinjing, Papringan, usai terendam banjir akibat meluapnya kali. Warto, warga sekitar, ingat betul peristiwa yang baru pertama kalinya terjadi di wilayahnya itu. Sekitar pukul 21.00 WIB malam, di tengah derasnya hujan tiba-tiba air sungai beserta pasir meluap lalu membanjiri rumahnya dan warga lainnya.

Banjir

TNI bersama warga Grinjing membersihkan salah satu rumah usai banjir April lalu. (Foto: Aristides)

Saat air sudah mulai masuk rumah, ia dan warga berinisiatif untuk mengeluarkan barang-barang. Sayang, mereka tidak sempat menyelamatkan sejumlah barang karena saking cepatnya kejadian. Sebagian besar warga kemudian menumpang di kost-kostan mahasiswa di sekitar yang bertingkat dua. “Kejadiannya sebenarnya cepat sekali. Kita tidak siap untuk menyelamatkan barang-barang,” kenang Warto.

Satu hari sebelumnya, Jembatan Mangut atau yang biasa dikenal dengan Jembatan Pules ambrol akibat hujan deras. Jembatan itu sendiri merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan Turi-Pakem dan dua desa, Mbayan-Pules Lor. Hujan deras yang mengguyur Jogjakarta sejak Desember tahun lalu juga membuat sejumlah wilayah di kecamatan Prambanan longsor. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, daerah Wukirharjo jadi yang lumayan parah dengan beberapa rumah yang roboh. Hal ini belum diperparah dengan menggenangnya air di sejumlah jalan utama seperti ring road.

Halaman

1 2 3

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar