Solusi Mencegah Peredaran Miras Oplosan di Jogja

Solusi pencegahan miras oplosan harus segera dilaksanakan agar tidak ada lagi yang menjadi korban.

BERITA JOGJA – Miras oplosan sudah jadi barang yang berbahaya di Jogja. Puluhan orang sudah jadi korban miras oplosan ini. Bahkan saat diperiksa di RSUP Sardjito, dalam tubuh beberapa korban terdapat campuran yang sangat berbahaya (Baca: Ngeri! Tim Dokter Deteksi Bahan Pengawet Mayat dalam Miras Oplosan).

Miras

Istimewa

Jatuhnya banyak korban ini segera mendapat perhatian dari sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jogjakarta. Ketua Komisi A DPRD Jogjakarta, Eko Suwanto misalnya, bereaksi keras dengan menyebut peristiwa yang juga memakan korban sejumlah mahasiswa ini jadi tamparan bagi Jogja yang berlabel Kota Pendidikan.

Ada sejumlah cara untuk mencegah bahkan menghentikan peredaran miras oplosan yang membahayakan ini. Menurut Eko, yang utama adalah ditegakkannya Perda Nomor 12 Tahun 2015 Tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol serta Pelarangan Minuman Oplosan.

“Kita sudah punya aturannya. Seharusnya jika dilaksanakan tidak akan seperti ini,” sindir Eko.

Selain itu Pemerintah Kota/Kabupaten juga harus lebih tegas dalam mengawasi peredaran miras oplosan. Ketegasan ini disampaikan Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Selasa (9/2) kemarin. Ia meminta pemerintah kota/Kabupaten lebih serius lagi menyosialisasikan bahayanya miras oplosan demi pencegahan dan melakukan pemantauan.

“Saya sepertinya pernah mengeluarkan Pergub di Jogjakarta tidak boleh dilakukan oplosan,. Tapi sejauh mana itu disosialisasikan oleh pemerintah Kabupaten/Kota saya tidak tahu,” jelas Sultan.

Upaya lainnya adalah gencar melakukan razia miras sebelum jatuh korban. Hal ini juga sudah mulai diupayakan Polda Jogjakarta. AKBP Anny Pudjiastuti, Kabid Humas Polda Jogjakarta membenarkan upaya ini. “Kami sudah berkoordinasi secara rutin dengan pihak-pihak terkait,” katanya singkat.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar