Sosiolog UGM: Jangan Pojokkan Eks Gafatar dengan Tuduhan Sesat

Oleh Jatu Raya,

Setelah kembali ke daerah asal, eks anggota Gafatar tidak boleh dipojokkan bahkan memojokkan dengan melabeli mereka dengan manusia sesat.

BERITA JOGJA – Eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) mulai dikembalikan ke daerah asal mereka. Pun bagi mereka yang di Jogja. Wacana pun mengemuka menghadapi eks aggota Gafatar saat kembali ke daerah mereka. Mulai dari penanganan secara sosial dan psikologis bingar menghiasi media dalam beberapa waktu terakhir (Baca: 5 Langkah Menangani Anggota Gafatar).

Fakta-fakta gafatar Jogja. (Ilustrasi: Istimewa)

Fakta-fakta gafatar Jogja. (Ilustrasi: Istimewa)

Apapun solusi dari pemerintah daerah untuk eks anggota Gafatar, sosiolog UGM Prof.Dr.Susetiawan mengingatkan hal penting dalam penanganan itu. Menurutnya, setelah kembali ke daerah asal, eks anggota Gafatar tidak boleh dipojokkan. Masyarakat juga jangan seenanknya memojokkan dengan melabeli mereka dengan manusia sesat.

“Masyarakat harus diberikan pemahaman agar tidak melakukan tindakan yang memarginalkan mereka. Adanya penolakkan dari masyarakat tidak menyelesaikan masalah, malah menambahi masalah,” terangnya.

Psikolog UGM, Prof. Faturochman mengamini pendapat rekannya ini. Menurutnya, penerimaan masyarakat jadi hal utama dalam penanganan pertama. Sebab ini efektif untuk memulihkan mereka hidup bermasyarakat kembali. “Kalau sudah ada kesadaran untuk kembali, yang paling penting adalah dukungan dari keluarga serta lingkungan untuk mereka agar bisa bermasyarakat kembali,” ujarnya.

Tapi, untuk membujuk masyarakat tidak mudah. Sebab sudah terlalu banyak disonansi yang terjadi seperti tudingan-tudingan sesat bagi individu eks anggota Gafatar yang dilakukan oknum yang kemudian memengaruhi masyarakat. “Karenanya perlu adanya pendekatan psikologis oleh psikolog yang mendampingi agar mereka yakin menjalani kehidupan bermasyarakat lagi,” ujarnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar