Suara “Bung” Tandai Runtuhnya Jembatan di Turi

Oleh azkamaula,

BERITA JOGJA – Jembatan penghubung antardesa, Pules Lor dengan Mbayan runtuh, Rabu (22/4) malam. Runtuhnya jembatan yang berada di Jalan Turi-Pakem ini dikarenakan meluapnya air sungai yang menekan ke atas jembatan. “Waktu itu sekitar jam sembilan malam saya dengar suara ‘Bung’ dari luar rumah. Keras sekali. Lalu saya keluar dan mendapati jembatan udah runtuh,” kata […]

BERITA JOGJA – Jembatan penghubung antardesa, Pules Lor dengan Mbayan runtuh, Rabu (22/4) malam. Runtuhnya jembatan yang berada di Jalan Turi-Pakem ini dikarenakan meluapnya air sungai yang menekan ke atas jembatan.

Jembatan ambrol

Jembatan penghubung Desa Pules Lor-Mbayan runtuh terkena luapan air sungai, Rabu (22/4) malam. (Foto: Azka Maula)

“Waktu itu sekitar jam sembilan malam saya dengar suara ‘Bung’ dari luar rumah. Keras sekali. Lalu saya keluar dan mendapati jembatan udah runtuh,” kata Joko Purwoko, Ketua RT 01/RW 01 Surodadi, Donokerto, Turi.

Tidak hanya Joko yang mendengar suara ‘Bung’ tersebut. Sejumlah warga juga mendengarnya. Mereka lalu berlarian ke luar rumah seperti Joko. “Kita lihat jembatannya perlahan-lahan runtuh. Saya kira awalnya Merapi, tapi tahunya jembatan,” kata Hastini, pemilik warung di Pules Lor.

Usai melihat situasi, warga lalu memalang jalan dengan peralatan seadanya. Baru pagi harinya tim BPBD Sleman dan Dishub datang lalu memasang tanda lalu intas. “Sementara kita alihkan dulu jalurnya sampai selesai dibangun lagi jembatannya,” kata Joko Lelono, Kabid Mitigasi BPBD Sleman.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar