mahasiswa tahun90an

Mahasiswa Zaman Dulu Tak Sekadar Modal Absen

Oleh Jatu Raya,

Mahasiswa zaman dulu tidak lantas modal absen lalu bisa dapat nilai memuaskan.

BERITA JOGJA – Mereka yang pernah berkuliah di IKIP atau UNY tahun 80 sampai 90an angkat topi dengan mahasiswa Jogja kekinian. Pasalnya, mereka menilai mahasiswa sekarang pintar-pintar. Banyak yang mendapat nilai A dan IPK di atas 3,00. Di zaman mereka, hal tersebut sangat sulit diraih.

mahasiswa tahun90an

Istimewa

Dra. Tri Astuti, mengisahkan waktu zamannya kuliah dulu, amat susah mendapat nilai A. Alih-alih mendapat A, nilai B saja harus kerja keras setengah mati. “Dulu IPK tertinggi di angaatan saya 2,85. Memang sulit banget, padahal enggak pernah bolos,” kisah alumni FMIPA UNY jurusan Pendidikan Kimia angkatan 1985 ini, Sabtu (27/6) ditemui di Student Center UNY.

Begitu juga dengan Aris, alumni Pendidikan Geografi UNY 1984. Dikisahkan olehnya, tugas-tugas kuliah zaman dulu hampir seperti mahasiswa S2 sekarang. “Tebal-tebal. Kalau tipis dan analisanya kurang, wah bisa dimarahi. Enggak sekadar menilai dosen waktu itu,” kenangnya ditemui di tempat yang sama.

Zaman dulu, nilai C tidaklah seburuk sekarang. C dianggap sudah cukup baik untuk mahasiswa. Sedangkan nilai B atau A bagi mahasiswa zaman dulu dinilai puncak dari kesempurnaan. Absen sendiri bukan jaminan bagi mahasiswa dapat nilai yang baik.

” Ada teman saya dulu punya trik bagus. Namanya Eso. Dia tiap kuliah selalu pakai celana silat. Dipakai terus enggak pernah ganti sampai dosennya sebal lalu bilang,’So,sesuk tuku anyar, tak kasih B koe yen ganti katok’,” kenangnya lalu tertawa.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar