Swinger: Bisnis Esek-Esek dari Tante Sampai Pasutri di Jogja

Oleh azkamaula,

Pelanggan Swinger ini adalah pasangan suami dan istri dan bertarif Rp300-Rp500 ribu sekali main

BERITA JOGJA – Bisnis esek-esek di kota besar Indonesia makin ekslusif. Tidak hanya berada di tempat-tempat “aman”, bisnis itu juga sudah mulai memanfaatkan teknologi dan bersifat tertutup. Salah satunya grup Swinger yang dalam beberapa tahun terakhir mulai muncul di Jogjakarta.

Dituturkan BW, seorang gigolo dalam grup pengguna ponsel Blackberry ini, Swinger merupakan grup bisnis persenggamaan yang anggotanya kebanyakan kalangan menengah ke atas. Grup ini pun bersifat tertutup dan hanya bernaggotakan sekitar 30 orang.

Ilustrasi Anjelo (Istimewa)

Ilustrasi Anjelo (Istimewa)

“Di grup ini saya dan teman-teman bertransaksi dan berinteraksi. Pelanggannya dari tante-tante, ibu muda, laki-laki, sampai psangan suami dan istri. Nah untuk yang pasutri ini ditawarkan khusus jasa swinger,” jelas BW yang masih menjadi mahasiswa semester terakhir Universitas Swasta di Jogja ini.

Lebih lanjut ia membeberkan bahwa yang biasa memesan jasa swinger suami dan istri ini juga pasutri yang ingin merasakan sensasi bersenggama bertukar pasangan. Harga yang BW tawarkan dengan berbagai gaya berkisar antara Rp300-500 ribu. “Itu di luar jasa hotel. Soalnya memang mainnya di hotel biar aman,” bebernya lalu tertawa cekikian.

Bisnis esek-esek ini sudah dijalanai BW menahun lamanya. Awalnya ia cuma coba-coba setelah dapat cerita dari teman-temannya soal grup ini.

“Pas nyoba ternyata keterusan. Awalnya bingung pas main sama suami-istri. Ada perasaan enggak enak begitu, tapi saya akhirnya menikmatinya dan hasilnya pun lumayan. Kalau ditanya sampai kapan begini, saya enggak bisa jawab,” kisahnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar