Intoleransi Jogja

Intoleransi di Jogja Sudah Sejak Lama Dipertanyakan

Oleh Maya Eka,

Saat peringatan Dies Natalis UII tahun 1981, Menteri Agama Alamsyah Ratu Perwiranegara sempat memeringatkan intoleransi di Jogja.

BERITA JOGJA – Intoleransi di Jogja kembali dipertayakan. Banyaknya peristiwa kekerasan antarumat beragama dan antarmasyarakat membuat predikat Jogja sebagai kota toleran mulai dipertanyakan.

Intoleransi Jogja

Dokumen Watchover

Makin menurunnya toleransi di Jogja sudah pernah diperingatkan oleh rezim Orba. Saat peringatan Dies Natalis UII tahun 1981, Menteri Agama kala itu, Alamsyah Ratu Perwiranegara sempat memeringatkan intoleransi di Jogja.

Alamsyah, melalui pesan yang disampaikan Dirjen Kelembagaan Agama, H. Anton Timur Jailani, MA, memeringatkan bahwa toleransi di Jogja ke depan akan mengalami perubahan yang signifikan. Saat itu pula ia menyampaikan bahwa masyarakat harus berpulang pada agama yang penuh toleransi.

Menurut Alamsyah saat itu, agama harusnya menjadi pengontrol moral untuk mengubah tatanan masyarakat, dari yang miskin menjadi bercukupan, dari yang bodoh menjadi masyarakat yang maju, berilmu, dan beradab. Alamsyah juga menambahkan, untuk mencapai tujuan bersama tersebut, usaha yang harus dilakukan adalah: memerangi kemiskinan, kebodohan, dan fanatik buta.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar