Tak Mau Aborsi, FJ Hajar Pacar Sampai Sekarat

Korban dipukul sebanyak lima kali dan mengalami luka pada lengan, leher, dan kepala bagian atas hingga bengkak dan benjol

BERITA JOGJA – FJ (22), warga Condong Catur, Depok, Sleman menghajar N (21), warga Ngemplak,yang tak lain pacarnya sendiri. Penyebab penganiayaan itu diduga karena korban tidak mau mengugurkan kandungannya seperti diminta FJ.

Hal ini dibeberkan Kapolsek Depok Timur AKP Dhanang Bagus Anggoro. Menurut Dhanang, pemukulan ini dilakukan pelaku Sabtu (9/11) lalu di tempat tinggal kekasihnya. Sebelumnya mereka sempat beradu mulut, dan karena menolak ketika disuruh menggugurkan kandungannya justru malah dipukuli.

Pelaku kekerasan seksual dihukum dua tahun

Istimewa

“Korban dipukul sebanyak lima kali, dan mengalami luka pada lengan, leher dan kepala bagian atas hingga bengkak dan benjol,” katanya, Selasa (24/11).

Korban lalu melaporkan kasus ini kepada polisi. Mendapatkan laporan, petugas lalu memeriksa saksi dan korban. Setelah diperiksa, karena penganiayaan yang dilakukan Fajar pun ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. “Tersangka penahanannya dititipkan di Polres Sleman,” ungkap Dhanang.

Menanggapi kasus tersebut, divisi pengorganisasian masyarakat dan advokasi LSM Rifka Annisa Mohammad Tontowi, mengungkapkan kasus ini terjadi karena kurangnya rasa tanggungjawab. Sehingga saat terjadi kehamilan, pihak pria justru menyalahkan sisi perempuan. Menurutnya, pelaku penganiayaan melakukan dua kesalahan yakni penganiayaan dan upaya menghilangkan nyawa bayi. “Dan itu tentu saja ada konsekuensinya,” ujarnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar