PKBH FH UMY

Tangani Banyak Kasus, PKBH FH UMY Diancam Pembunuhan

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) Fakultas Hukum (FH) Universits Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pernah mendapat ancaman pembunuhan. Ancaman ini terjadi  menahun lalu saat PKBH yang berdiri sejak tahun 1998 ini menangani kasus perselingkuhan. “Kami tiba-tiba dapat SMS berisi ancaman pembunuhan dari suami klien kami kalau masih tetap melanjutkan dan membela istrinya. Tapi […]

BERITA JOGJA – Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) Fakultas Hukum (FH) Universits Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pernah mendapat ancaman pembunuhan. Ancaman ini terjadi  menahun lalu saat PKBH yang berdiri sejak tahun 1998 ini menangani kasus perselingkuhan.

PKBH FH UMY

Pengurus dan anggota PKBH UMY berfoto bersama usai melakukan penyuluhan. (Foto: Aristides)

“Kami tiba-tiba dapat SMS berisi ancaman pembunuhan dari suami klien kami kalau masih tetap melanjutkan dan membela istrinya. Tapi kami enggak takut sedikitpun,” kenang Shinta Nurhidawati SH, salah seorang advokat sekaligus bendahara PKBH, Kamis (9/4) lalu pada beritajogja.id

Pengalaman menangani kasus-kasus berat sejak awal berdiri seperti bom bali (1998) dan dana dakon gempa (2007) menjadikan PKBH yang telah mendapatkan akreditasi Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kemenkumham ini tenang menghadapi ancaman. Para senior dan Direktur PKBH, DR. Trisno Raharjo, SH, M.Hum terus mengingatkan alasan dan untuk apa sebenarnya PKBH ini didirikan.

“Kita punya visi memperjuangkan penegakkan hukum dan menjunjung tinggi nilai kebenaran bagi ummat. Karena alasan itu pula kami tidak boleh gentar atas ancaman atau tergoda dengan uang suap,” tambah Suhardi Hermawan SH, asisten Advokat PKBH.

Laiknya PKBH lain yang menggratiskan penanganan atau konsultasi kasus Prodeo untuk yang tidak mampu, demikian pula Dr.Trisno dkk. Namun ada orang-orang tak waras yang memanfaatkan kebijakan ini.

“Banyak penipu yang mendatangi PKBH untuk konsultasi hukum.Berdalih tidak mampu dan membawa kartu miskin. Tapi setelah kita telusuri, ternyata mereka banyak yang berasal dari golongan mampu. Ini menunjukkan potret masyarakat kita sekarang yang banyak tak jujur,” tutup Shinta.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar