Terkait Permasalahan Saksi Ahli, UGM Siap Bentuk Tim Evaluator

BERITA JOGJA – Keberatan warga Pegunungan Kendeng, Rembang atas pernyataan saksi ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Kamis (19/3) yang lalu direspon pihak kampus. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Alumni, Paripurna Sugarda, saat berdialog dengan perwakilan warga Pegunungan Kendeng, Rembang, […]

BERITA JOGJA – Keberatan warga Pegunungan Kendeng, Rembang atas pernyataan saksi ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Kamis (19/3) yang lalu direspon pihak kampus. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Alumni, Paripurna Sugarda, saat berdialog dengan perwakilan warga Pegunungan Kendeng, Rembang, di Ruang Sidang Lantai 2 Sayap Selatan, Balairung UGM, Jumat (20/3) siang.

Permasalahan saksi UGM

Perwakilan warga Pegunungan Kendeng saat berdialog dengan pihak UGM di Ruang Sidang Lantai 2 Sayap Selatan, Jumat (20/3) siang. (Foto: Cahyo PE)

Dalam dialog tersebut, Paripurna mengatakan bahwa pihak UGM siap membentuk tim khusus untuk melakukan evaluasi atas pernyataan dua saksi ahli asal UGM terkait masalah status kawasan karst di Pegunungan Kendeng. Nantinya tim tersebut akan dibentuk dan berisi orang-orang dari UGM yang memang memiliki konsentrasi dan keahlian di bidang tersebut.

“Nanti biar tim khusus tersebut yang akan mengevaluasi pernyataan dua saksi ahli dari UGM. Apakah sudah tepat dengan keilmuan, kenyataan di lapangan dan sesuai dengan etikanya atau belum. Jika ternyata ditemukan ada yang tidak tepat maka pihak UGM akan memberikan saksi terhadap dosen terkait,” jelas Paripurna.

Warga Pegunungan Kendeng saat berdialog dengan pihak UGM mengatakan keberatan terhadap saksi ahli UGM terkait pernyataannya yang mengatakan bahwa kawasan Pegunungan Kendeng merupakan kawasan karst muda dan diperbolehkan untuk ditambang.

“Kalau kawasan karst muda ditambang dan habis, apa iya akan ada kawasan karst tua. Belum sempat jadi kawasan karst tua sudah habis dulu ditambang,” jelas Sukinah salah seorang perwakilan warga.

Sukinah juga menambahkan bahwa dirinya dan warga Pegunungan Kendeng lainnya berharap agar saksi ahli dari UGM bisa bersifat netral dalam memberikan pandangannya. Menurutnya, saksi ahli tersebut justru lebih condong membela kepentingan pabrik semen dibandingkan membela kepentingan rakyat.

“Kampus UGM itu kampus rakyat. Dibayar menggunakan uang rakyat. Harusnya para dosennya juga berpihak kepada rakyat,” pungkas Sukinah.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar