Terlibat kasus Hello Kittty, NK dituntut 4 tahun penjara

BERITA JOGJA – Salah seorang pelaku penganiayaan dalam kasus Hello Kitty dituntut empat tahun penjara oleh Jaksan Penuntut Umum dalam sidang lanjutan di PN Bantul, Senin (23/3). Pelaku yang berinisial NK (16) tersebut dijerat dengan  pasal berlapis yaitu pasal 351 tentang penganiayaan secara bersama-sama dan pasal 333 ayat 1 tentang merampas kemerdekaan seseorang. Sidang yang […]

ilustrasi

BERITA JOGJA – Salah seorang pelaku penganiayaan dalam kasus Hello Kitty dituntut empat tahun penjara oleh Jaksan Penuntut Umum dalam sidang lanjutan di PN Bantul, Senin (23/3). Pelaku yang berinisial NK (16) tersebut dijerat dengan  pasal berlapis yaitu pasal 351 tentang penganiayaan secara bersama-sama dan pasal 333 ayat 1 tentang merampas kemerdekaan seseorang.

Sidang yang berlangsung tertutup karena terdakwa masih dibawah umur ini mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Sidang dimulai pukul 13.00 Wib dan hanya berlangsung singkat kurang lebih 30 menit.

Menurut JPU Heradiyan Salipi tuntutan tersebut dibuat sudah sesuai dengan aturan dalam undang-undang peradilan anak. Merujuk dari dua pasal yang menjerat terdakwa seharusnya ancaman hukumannya adalah delapan tahun penjara. Namun karena masih dibawah umur maka tuntutan hanya separuh dari ancaman hukuman dalam pasal.

“Terdakwa kita tuntut empat  tahun penjara, itu sudah sesuai dengan aturan. Seharusnya delapan tahun, karena ancaman pasal berlapisnya itu segitu,” katanya seusai persidangan.

Sementara itu Penasehat Hukum terdakwa, Pranowo berharap Majelis Hakim mempertimbangkan terdakwa yang masih anak-anak dalam mengambil keputusan. Menurutnya sesuai dengan UU no 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak, hukuman penjara merupakan alternatif terakhir.

“Ada hukuman rehabilitasi, penjara itu alternatif terakhir dan itu yang diamanahkan undang-undang,” ungkapnya seusai persidangan.

Dia pun sudah merencanakan akan membuat pledoi yang berupa pelurusan fakta atas peran terdakwa saat melakukan penganiayaan bersama dengan delapan pelaku lainnya. Menurutnya terdakwa bukanlah pelaku utama dan hanya disuruh oleh pelaku lainnya.

“Kita akan luruskan faktanya,” tegasnya.

Menambahkan Pranowo,  Sapto Nugroho yang juga Penasehat Hukum Terdakwa mengatakan terdakwa NK tidak berinisiatif melakukan penganiayaan atas kemauan sendiri tetapi suruh oleh otak kejahatan yang kini masih dalam buruan polisi.

“Dia tidak melakukan atas inisiatif sendiri, tapi karena disuruh oleh orang yang lebih dewasa yang sekarang menjadi DPO. Ini penting untuk perhatikan,” ujarnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar