Tetapkan Putri Mahkota, Sultan Keluarkan Sabda Raja

BERITA JOGJA – Sri Sultan Hamengku Bawono X  mengeluarkan Sabda Raja di Siti Hinggil, Keraton Yogyakarta, Selasa (5/5) siang sekitar pukul 11.00 Wib. Pembacaan Sabda Raja tersebut hanya berlangsung singkat dan hanya berisi satu poin. Menurut keterangan kerabat Keraton, KRT Yudhohadiningrat, pembacaan Sabda Raja hanya berlangsung sekitar dua menit. Dia juga mengungkapkan hanya ada satu […]

BERITA JOGJA – Sri Sultan Hamengku Bawono X  mengeluarkan Sabda Raja di Siti Hinggil, Keraton Yogyakarta, Selasa (5/5) siang sekitar pukul 11.00 Wib. Pembacaan Sabda Raja tersebut hanya berlangsung singkat dan hanya berisi satu poin.

Sri Sultan Hamengku Buwono X membaca Sabdotomo di bangsal Kencana, Kraton Jogjakarta

Sri Sultan Hamengku Buwono X sedang membacakan Sabdotomo di bangsal Kencana, Kraton Jogjakarta

Menurut keterangan kerabat Keraton, KRT Yudhohadiningrat, pembacaan Sabda Raja hanya berlangsung sekitar dua menit. Dia juga mengungkapkan hanya ada satu poin saja yang disampaikan. Namun, KRT Yudhohadiningrat sendiri  menolak untuk menjelaskan apa yang menjadi poin Sabda Raja tersebut  kepada wartawan.

“Nanti biar Ngarso Dalem yang bicara,” katanya seusai pembacaan Sabda Raja.

KRT Yudhohadiningrat menambahkan bahwa setelah pembacaan Sabda Raja, kerabat Dalem Keraton berkumpul di Keraton Kilen tempat tinggal Sultan.

Hal serupa dibenarkan oleh KRT Jayaningrat, menurutnya ada pembahasan lagi di internal kerabat setelah ini. “No comment, nanti ada pembahasan di Keraton,” ujarnya.

Sementara itu, Raden Wedono Ngabdul Sadak, salah seorang abdi dalem yang bertugas di Masjid Panepen mengatakan bahwa poin dalam Sabda Raja yang disampaikan oleh Sri Sultan HB X, yaitu mengganti nama GKR Pembayun menjadi GKR Mangkubumi dan sekaligus mengangkatnya sebagai putri mahkota.

“Ganti nama GKR Pembayun menjadi GKR Mangkubumi,” tandasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

  • Adi Juliawan

    Itu berarti negari Ngayogyakarta Hadiningrat akan dipimpin seorang Ratu?

    • Harto Mataram

      Gak masalah sih mau Raja atau Ratu, yang penting berkompeten. Tapi kan masalahnya lebih ke kredibilitasnya, jangan-jangan udah Ratu, juga enggak berkompeten. Musnah sudah