The Rain dan Trilogi Video Soal Mantan, Jawaban Sakit Hati, dan Hidup Baru

Oleh azkamaula,

The Rain, band asal Jogja sukses besar mengisahkan persoalan hidup dengan trilogi video klip mereka

The Rain (Foto: Istimewa)

The Rain (Foto: Istimewa)

BERITA JOGJA – The Rain bisa dibilang jadi band Jogja dengan strategi pemasaran lagu yang tersukses selama tiga tahun terakhir melalui video klip. Selama tiga tahun terakhir, video klip mereka selalu ditunggu karena sukses membawa realita anak-anak muda yang kini mudah gamang tapi memperlihatkan sikap sebaliknya di depan umum.

Ketika awal membuat video klip berjudul Terlatih Patah Hati, mereka sudah melempar strategi dengan membuat lanjutan video klip lainnya. Berawal dari lagu kolaborasi dengan Endank Soekamti ini, The Rain melanjutkannya dengan Gagal Bersembunyi dan terakhir tahun 2015 lalu melalui Penawar Letih.

Tiga video klip ini punya cerita berbeda namun seolah masih berada dalam satu garis cerita. Lirik Terlatih Patah Hati yang maskulin mampu digambarkan dalam video klip mereka yang berisikan para laki-laki pembawa simbol itu. Mereka beramai-ramai menertawakan mantan yang dulu membuat sakit hati lalu didoakan, bukan ditangisi sampai mata copot.

Lagu kedua, Gagal Bersembunyi, jadi jawaban atas mereka yang menertawakan mantan sebagai respon kesakithatian di video klip pertama. Kali ini video klipnya diisi sama cewek-cewek. Lirik “Meskipun jalan kita tak bertemu tapi tetap indah bagiku, juga bagimu” atau “Dan senyuman itu masih selalu menenangkanku” menjawab bahwa kenangan indah nyaris mustahil dilupakan dan tak ada yang mudah dari sebuah perpisahan. Mantan enggak serta merta melupakan begitu saja.

The Rain menutupnya dengan manis lewat Penawar Letih. Video klip ini seolah memberi tahu bahwa pada saatnya nanti kesakit hatian akan selesai, kenangan berhasil disingkirkan, lalu hidup kembali ke depan dengan seseorang yang baru dan tantangan yang jauh lebih besar.

 

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar