Tiga Hal Unik di Liga Santri Zona Jogjakarta

Oleh Jatu Raya,

Keunikan Liga Santri Nusantara tidak akan pernah terlihat di turnamen lainnya.

BERITA JOGJA -Liga Santri Zona Jogjakarta memperlihatkan bagaimana kentalnya tradisi para santri di Jogja.

Liga Santri

Aksi pemain Nur Iman (kanan) dan Diponegoro (kiri) di Stadion Tridadi. (Foto: Aristides)

Liga Santri Zona Jogjakarta baru saja berakhir. Turnamen sepakbola antarpesantren di Jogjakarta yang resmi berakhir Senin (21/9) ini melahirkan Pesantren Nur Iman sebagai juara. Nur Iman merebut gelar juara usai mengalahkan Pesantren Diponegoro 2-1 di Stadion Tridadi, Sleman, Senin (21/9) tadi pagi.

Banyak hal unik dan menarik selama penyelenggaraan Liga Santri 2015 Zona Jogja kemarin yang juga merepresikan tradisi santri. Tiga berikut ini contohnya.

Takbir Suporter

Liga Santri

Suporter di Liga Santri gemar bertakbir. (Foto: Aristides)

Ada yang spesial dalam di tiap suporter tim Liga Santri: yel-yel. Di pertandingan, para suporter menyanyikan lagu dangdut yang cukup populer untuk mendukung tim seperti “Aku ra popo” dan lain sebagainya. Mereka juga menyanyikan lagu-lagu berbahasa Arab untuk mendukung tim.

Ketika ada pemain timnya yang terjatuh karena cedera, seketika para suporter akan bertakbir, “La ilaha illalah” berulang-ulang sampai pemain tersebut bangun atau ke luar lapangan untuk mendapat perawatan medis.

Liga Santri

Suporter tim di Liga Santri (Foto: Aristides)

Selain itu para suporter juga menunjukkan sportivitas ke tim lawan. Seperti yang dicontohkan suporter Nur Iman. Usai timnya mengalahkan Diponegoro, mereka langsung membuat yel-yel khusus untuk tim lawan. Tidak hanya itu, para suporter juga mengajak pemain lawan bersalaman dengan cipika cipiki bagi yang non muhrim tentunya.

Salim Pak Kiai

Liga Santri

Salim dengan Kiai atau orang yang lebih tua di tim lawan atau tim sendiri jadi kewajiban usai pertandingan. (Foto: Aristides)

Usai pertandingan, para pemain tidak boleh langsung meninggalkan lapangan begitu saja. Sesuai tradisi santri, mereka harus bersalaman dan bermaafan satu sama lain dan yang paling penting dengan Kiai atau orang yang lebih tua yang ada di bangku cadangan lawan.

Sarung

Memakai Sarung juga salah satu tradisi santri. Panitia pertandingan Liga Santri pun begitu. Mereka memakai sarung selama mengurusi Liga di lapangan ditambah aksesori kepala seperti peci, topi, bahkan blangkon.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar