Tiga mahasiswa UGM berhasil lolos dalam babak kedua kompetisi desain pesawat terbang mahasiswa sedunia. (dok. istimewa)

Tiga Mahasiswa UGM Lolos Kompetisi Desain Pesawat Sedunia

Oleh Kresna,

BERITA JOGJA – Tiga mahasiswa UGM, yaitu Hibran S. Maksum (Teknik Mesin 2012), Muh. Faiz Aghni (Teknik Mesin 2012), dan R. Edni Doni Achsan (Teknik Industri 2013) yang tergabung dalam tim Rajawali berhasil lolos dalam babak kedua kompetisi desain pesawat terbang dan bandara untuk mahasiswa di seluruh dunia. Kompetisi tersebut bertajuk Fly Your Ideas (FYI) […]

BERITA JOGJA – Tiga mahasiswa UGM, yaitu Hibran S. Maksum (Teknik Mesin 2012), Muh. Faiz Aghni (Teknik Mesin 2012), dan R. Edni Doni Achsan (Teknik Industri 2013) yang tergabung dalam tim Rajawali berhasil lolos dalam babak kedua kompetisi desain pesawat terbang dan bandara untuk mahasiswa di seluruh dunia. Kompetisi tersebut bertajuk Fly Your Ideas (FYI) dan diselenggarakan oleh Airbus.

Tiga mahasiswa UGM berhasil lolos dalam babak kedua kompetisi desain pesawat terbang mahasiswa sedunia. (dok. istimewa)

Tiga mahasiswa UGM berhasil lolos dalam babak kedua kompetisi desain pesawat terbang mahasiswa sedunia. (dok. istimewa)

Ketua tim Rajawali, Hibran mengatakan UGM pada kompetisi ini sebenarnya mengirimkan tujuh delegasinya. Hanya saja yang lolos babak kedua hanya tim Rajawali. Rajawali dengan dosen pembimbing Dr. Rahmat Sriwijaya ini mengambil sub-tema efisiensi dalam kompetisi FYI.

“Rajawali akan mewakili UGM dan Indonesia bersama dengan tim Fly Green dari UNS,” kata Hibran.

Menurut Hibran FYI diselenggarakan 2 tahun sekali, dimulai sejak tahun 2009 kemudian 2011, 2013 hingga sekarang 2015. Kompetisi ini dibagi menjadi beberapa sub-tema, yaitu: Energy, Efficiency, Affordable Growth, Traffic Growth, Passenger Experience dan Community Friendliness. Tahun 2015 ini FYI menerima 518 abstrak ide dari seluruh dunia dan terseleksi 100 tim yang lolos babak kedua.

“Kami berharap bisa lolos ke babak selanjutnya dan mempresentasikan ide mereka di bulan Mei mendatang,” imbuhnya.

Ia berharap hasil kompetisi ini akan menambah satu lagi penghargaan internasional yang bermafaat bagi para mahasiswa di UGM. Meskipun demikian Hibran mengakui masih dijumpai beberapa kendala dalam pengembangan ide mereka, salah satunya biaya riset serta pembuatan video profil yang cukup banyak jumlahnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar