Penyebab kekalahan ASPAC atas SM

Tiga Penyebab Kekalahan ASPAC Atas Satria Muda

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – ASPAC menelan kekaahan menyakitkan dari Satria Muda (SM), Rabu (11/3) malam di GOR UNY dalam Seri VIII Liga NBL. Skuat Rastafari Horongbala ini dipaksa menyerah 80-84. SM tampil meyakinkan di tiga quarter dengan meninggalkan ASPAC “setengah botol”. Di quarter pertama, Ronaldo Sitepu, Rony Gunawan, Arki, Avan Saputra, dkk meninggalkan Prastawa 18-6. Tampaknya […]

BERITA JOGJA – ASPAC menelan kekaahan menyakitkan dari Satria Muda (SM), Rabu (11/3) malam di GOR UNY dalam Seri VIII Liga NBL. Skuat Rastafari Horongbala ini dipaksa menyerah 80-84.

Penyebab kekalahan ASPAC atas SM

Istimewa

SM tampil meyakinkan di tiga quarter dengan meninggalkan ASPAC “setengah botol”. Di quarter pertama, Ronaldo Sitepu, Rony Gunawan, Arki, Avan Saputra, dkk meninggalkan Prastawa 18-6. Tampaknya SM bakal menang mudah karena masih dominan di quarter tiga dan empat dengan meninggalkan  skuat asuhan Rastafari tersebut dengan 43-30 dan 72-52.

Namun di quarter keempat ASPAC mulai bangkit dengan peneterasi dan tembakan tiga angka dari Prastawa yang membukukan 26 poin malam tadi. Hingga waktu di bawah satu menit, ASPAC makin mendekati poin SM dengan 82-78. Namun akhirnya Prastawa dkk dipaksa menyerah 80-84.

Kemenangan SM ini membuat skor sementara 2-1 untuk SM. Selain di Jogja, SM meraih kemenangan atas ASPAC di seri Jakarta namun dibalas di seri Batam oleh ASPAC. Kekalahan ini juga menjadi pembalasan dendam SM setelah tahun lalu pupus meraih juara setelah dikandaskan ASPAC di tempat yang sama.

Ada tiga sebab utama mengapa ASPAC kalah dari SM di seri ke-8 ini. Berikut tiga penyebabnya.

Kehilangan Pemain Kunci

Kekuatan ASPAC Jakarta dalam kompetisi NBL musim ini tak sekuat musim lalu. Mereka kehilangan banyak pemain kunci. Isman Toyib dan Wahyu Hidayat Jati pensiun. Keduanya sendiri musim lalu adalah tipikal bermain bertahan yang membuat defense ASPAC mumpuni. Sementara itu Pringgo Regowo dan Xaverius Prawiro juga absen karena masalah di luar lapangan. Padahal Ius, sapaan akrab Xaverius adalah pemain penting yang kerap menyelamatkan ASPAC dari kekalahan dengan tembakan tiga angkanya.

Big Man Belum Pede

Peran Isman Thoyib dan Wahyu Hidayat Jati digantikan oleh Ferdinand Damanik dan Fidyan Dini. Namun keduanya masih terlihat demam panggung. Fidyan dan Damanik selalu kalah rebound di daerah pertahanan sendiri maupun offensive rebounds. Beberapa kali terlihat Damanik gagal memasukan bola meski sudah berada di bawah ring.

Shooter Mati

ASPAC terkenal sebagai klub yang punya banyak penembak tiga angka yang mumpuni. Di musim lalu ada Rizky Effendi, Prastawa, Mario Gerungan, dan tentu saja Xaverius Prawiro. Banyaknya shooter memang setali tiga uang dengan formasi 4-1 ASPAC di akhir-akhir quarter yang membuat mereka juga dijuluki tim dua quarter akhir. Namun dalam laga melawan SM sejumlah shooter dimatikan oleh defense SM. Dari statistik, ASPAC hanya melakukan 19 kali tembakan tiga angka dengan persentase sebesar 43 persen.

Poin yang dikumpulkan pun lebih banyak dari peneterasi Prastawa dan Biboy ketimbang tembakan tiga angka.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar