Tips Agar Tidak Terpengaruh Gerakan Radikal Mengatasnamakan Agama

Ada banyak cara untuk menghindarkan diri atau membentengi diri agar tidak terpengaruh ajakan kelompok radikal.

BERITA JOGJA – Banyaknya orang hilang di Jogja diduga disebabkan karena ikut sejumlah gerakan radikal yang mengatasnamakan agama. Keluarga ditinggalkan karena terpengaruh oleh ajakan gerakan radikal tersebut.

Ilustrasi Detektif. (Dok Istimewa)

Ilustrasi Detektif. (Dok Istimewa)

Ada banyak cara untuk menghindarkan diri atau membentengi diri agar tidak terpengaruh ajakan kelompok radikal tersebut. Berikut ini contohnya.

Berpikir Kritis

Masyarakat harus berpikir kritis dalam menyikapi atau merespon ajakan organisasi tertentu. Imbauan ini pun sempat dikeluarkan oleh Gubernur sekaligus Raja Kraton Jogja, Sri Sultan HB X (Baca: Banyak Kasus Orang Hilang, Begini Imbauan Sultan HB X).

Selektif Memilih Bacaan

Selektiflah memilih bacaan di media sosial. Mana yang mengandung kebencian mana yang menyebarkan kebaikan. Hegemoni tekstual yang disebarkan via media, baik sosial maupun privat ini bisa memengaruhi psikologis pembaca hingga mengubah sifat dan karakter yang merugikan orang di sekitar.

“Misalnya saja tulisan-tulisan soal kiamat atau menyalahkan paham dan agama lain yang sifatnya menyebarkan ketakutan. Secara psikologis ini sangat berpengaruh, ada orang yang menjadi paranoid lalu bertindak seperti apa yang diperintah teks tersebut. Jadinya selektif saja, jangan sampai terpengaruh sama hal-hal yang sifatnya jadi membenci satu sama lain, ya benar kata Sultan bahwa caranya adalah dengan berpikir kritis,” kata Rika Vira, Psikolog UII.

Selalu Terbuka pada Keluarga

Selalu terbukalah pada keluarga di rumah dengan mengisahkan apa yang sedang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bercerita pada keluarga, bakal datang sudut pandang berbeda dalam menyikapi suatu hal atau ketika diajak mengikuti jejak ormas radikal berdalih agama. Jangan menyimpan rahasia biar tidak menyusahkan keluarga di kemudian hari (Baca: Infografik Ditemukannya dr.Rica Setelah Hilang Sejak 30 Desember)

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar