Tolak Pembangunan Hotel, Aktivis Mandi Kembang di Kantor Walikota Jogja

Dodok mandi air kembang tujuh rupa dan air dari tujuh sumber mata air di depan Komplek Kantor Walikota Jogja.

BERITA JOGJA – Dodok Putra Bangsa, aktivis Warga Berdaya menggelar aksi protes maraknya pembangunan hotel di Jogja dengan mandi air kembang tujuh rupa dan air dari tujuh sumber mata air di depan Komplek Kantor Walikota Jogja, Jumat (5/2) pagi. Dalam aksinya ini, Dodok yang ditemani putrinya ini menjalani ruwatan sebagai upaya untuk meruwat apa yang disebut oleh Dodok sebagai dosa pemimpin.

Dodo mandi kembang di depan Kantor Walikota Jogja.(Foto: CahyoPE)

Dodok mandi kembang di depan Kantor Walikota Jogja.(Foto: CahyoPE)

Dodok menyeritakan bahwa dahulu di zaman pewayangan, dosa pemimpin itu ditanggung oleh pemimpin sendiri. Sedangkan saat ini, dosa pemimpin itu harus ditanggung oleh rakyatnya.

“Maraknya pembangunan hotel karena mendapatkan izin dari pemerintah ini membuat masyarakat menderita! Masyarakat merasakan dampaknya yaitu menurunnya debit air saat musim penghujan dan kekeringan air saat musim kemarau. Semua ini karena dosa pemimpin yang mengizinkan berdirinya hotel-hotel di Jogja!” seru Dodok seusai menjalani aksi ruwatan.

Dodok menambahkan bahwa saat ini di wilayah kampungnya, Miliran, sedikitnya ada tiga hotel baru yang dibangun. Kondisi ini membuat warga Miliran akan semakin terancam sumur dan airnya.

“Dulu ada satu hotel saja, Miliran sudah kekeringan. Apalagi ini ditambahi dengan tiga hotel baru lagi. Lha apa gak semakin asat (kering) air sumurnya warga?” ucap Dodok.

Dodok berharap bahwa kesadaran akan lingkungan dan perhatian pemerintah terhadap masyarakat bisa segera muncul. Menurutnya, ancaman kekeringan akan terjadi di Jogja apabila kontrol pemerintah terhadap pembangunan hotel tidak dilakukan.

“Moratorium pendirian hotel sudah diberlakukan di Jogja. Tapi kok ya pembangunan hotel masih saja dilakukan,” ujar Dodok

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar