Tolak Penambangan Kali Boyong, Warga: Pemimpin di Sleman Tuli

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Ratusan warga dari Desa Purwobinangun melakukan aksi damai di pertigaan Jalan Turi-Pakem, Purwobingun, Sleman, Sabtu (2/4) pagi. Aksi ini dilakukan sebagai wujud protes penambangan di Sungai Boyong yang sejak 2009 sudah mereka lakukan. Membawa arit, cangkul, spanduk bernada protes pada Bupati dan para pemimpin di Sleman, dan Bethoro Bego Siskolo sebagai simbol […]

BERITA JOGJA – Ratusan warga dari Desa Purwobinangun melakukan aksi damai di pertigaan Jalan Turi-Pakem, Purwobingun, Sleman, Sabtu (2/4) pagi. Aksi ini dilakukan sebagai wujud protes penambangan di Sungai Boyong yang sejak 2009 sudah mereka lakukan.

Demo warga

Warga membakar Bethoro dan menancapkan spanduk protes di Kali Boyong, Sabtu (2/5). (Foto: Aristides)

Membawa arit, cangkul, spanduk bernada protes pada Bupati dan para pemimpin di Sleman, dan Bethoro Bego Siskolo sebagai simbol dari kejahatan perusak lingkungan. Heri, Koordinator Lapangan (Korlap) massa aksi menyatakan warga sudah habis kesabaran karena pemerintah tak mendengarkan keluhan mereka dengan membiarkan penambangan.

“Kami sudah menolak sejak tahun 2009, tapi tidak pernah didengar. Sepertinya pemimpin di Sleman ini buta dan tuli. Kalau sampai besok masih ada penambangan, kami bersepakat untuk menarik dukungan pada Bupati dan pemimpin di Sleman, ” tegasnya di depan massa.

Setelah berorasi di pertigaan, warga membawa spanduk dan ogoh-ogoh menuju Kali Boyong. Warga lalu membakar Bethoro lalu menancapkan spanduk protes mengelilingi Bethoro yang terbakar. “Kami harap pemimpin tidak lagi tuli dengan sibakarnya simbol kejahatan ini,” tegas Heri.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar