Tolak Penambangan Sungai Boyong, Warga Desa Bajak Ekskavator

BERITA JOGJA – Ratusan warga dari Dusun Gondanglutung, Banterejo, dan Rejodani, Ngaglik, Sleman,  berdemonstrasi menolak penambangan pasir di Bendungan Dempit Sungai Boyong, Sabtu (25/4) pagi. Warga yang tergabung dalam Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Dusun (LPMD) juga menyita satu ekskavator yang digunakan untuk penambangan. Membawa karton bertuliskan nada protes, warga mendatangi lokasi penambangan sekitar pukul 08.30 WIB. […]

BERITA JOGJA – Ratusan warga dari Dusun Gondanglutung, Banterejo, dan Rejodani, Ngaglik, Sleman,  berdemonstrasi menolak penambangan pasir di Bendungan Dempit Sungai Boyong, Sabtu (25/4) pagi. Warga yang tergabung dalam Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Dusun (LPMD) juga menyita satu ekskavator yang digunakan untuk penambangan.

Demo warga

Aksi warga desa menolak penambangan pasir sungai boyong di Bendungan Dempit, Sabtu (25/4) pagi. (Foto: Aristides)

Membawa karton bertuliskan nada protes, warga mendatangi lokasi penambangan sekitar pukul 08.30 WIB. Sampai di sana, para warga kemudian berorasi dan menggantungkan karton di atas ekskavator.

“Penambangan Sungai Boyong di Bendungan Dempit akan merusak saluran irigasi persawahan untuk petani Dusun Bantarjo, Donoharjo, Rejondani, dan Desa Sariharjo,” tegas Septiadi Koordinator Aksi.

Massa aksi menganggap penambangan yang dilakukan PT HMS berdalih normalisasi sungai adalah tindakan ilegal. “Program normalisasi sungai di Kabupaten Sleman sudah tidak diizinkan oleh Pemkab sehingga kegiatan penambangan jelas ilegal,” tegasnya lagi.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar