Tolak Revisi UU KPK, Aktivis Jogja Jalan Mundur

Revisi UU KPK dinilai dilakukan untuk melemahkan lembaga pemberantas korupsi tersebut

BERITA JOGJA – Revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diusulkan oleh anggota DPR mendapat penolakan dari masyarakat. Salah satunya adalah masyarakat dan aktivis di Jogja yang menyuarakan penolakan revisi UU dengan menggelar aksi jalan mundur, Sabtu (10/10) pagi. Aksi jalan mundur tersebut menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer. Jalan mundur dimulai dari Tugu Jogja dan diakhiri di Perlintasan Rel Kereta Api di Stasiun Tugu.

Para aktivis anti-korupsi Jogja menggelar aksi jalan mundur sebagai wujud penolakan atas revisi UU KPK. (Foto: Cahyo)

Aktivis anti-korupsi Jogja menggelar aksi jalan mundur sebagai wujud penolakan terhadap revisi UU KPK. (Foto: Cahyo)

Menurut Baharuddin Kamba dari Koalisi Selamatkan Korupsi Jogjakarta, aksi jalan mundur dilakukan sebagai bentuk protes dan penolakan terhadap revisi UU KPK yang dianggapnya justru semakin melemahkan peran KPK dalam upaya pemberantasan hukum. Aksi jalan mundur oleh Kamba disebut sebagai simbol dari langkah mundur pemberantasan korupsi dengan dilakukannya revisi UU KPK.

“Kami menolak revisi UU KPK. Revisi UU tersebut semakin melemahkan peran KPK dan mengancam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Padahal KPK merupakan ujung tombak dari pemberantasan kasus-kasus korupsi di Indonesia,” ujar Kamba.

Aksi jalan mundur diikuti oleh 6 orang aktivis anti korupsi Jogja. Dalam aksinya, para aktivis ini juga mengenakan topeng super hero sembari membawa kandang berisi tikus dan uang mainan.

“Tikus adalah simbol koruptor. Sedangkan kenapa menggunakan topeng super hero, karena topeng itu menjadi simbol bahwa KPK membutuhkan banyak pahlawan untuk menguatkan lembaga KPK,” jelas Kamba.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar