UGM Beri Sanksi Dosen Saksi Ahli Penambangan Rembang

BERITA JOGJA – Tim independen yang dibentuk Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya memberikan sanksi kepada Dr. Eko Haryono dan Dr. Heru Hendrayana terkait kesaksian sebagai saksi ahli dalam kasus pendirian pabrik semen di Rembang, Rabu (15/4) siang. Tim independen UGM ini terdiri dari dosen dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu seperti Geografi, Teknik Geologi, Ilmu […]

BERITA JOGJA – Tim independen yang dibentuk Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya memberikan sanksi kepada Dr. Eko Haryono dan Dr. Heru Hendrayana terkait kesaksian sebagai saksi ahli dalam kasus pendirian pabrik semen di Rembang, Rabu (15/4) siang. Tim independen UGM ini terdiri dari dosen dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu seperti Geografi, Teknik Geologi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kehutanan, Hukum Lingkungan, dan Kedokteran.

SNMPTN UGM

Istimewa

Diketuai oleh Dr. Pujo Semedi, tim independen UGM menganggap bahwa kedua dosen UGM tersebut tidak pernah melakukan penelitian secara mendalam terkait karst, air dan tanah di wilayah Rembang.

Berdasarkan hasil dari tim independen, UGM akan memberikan sanksi administratif kepada Dr. Eko Haryono dan Dr. Heru Hendrayana sesuai aturan yang berlaku,” ujar Menurut Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Paripurna Sugarda.

Pembentukkan tim independen yang dilakukan oleh UGM tak lepas dari aksi demonstrasi ratusan warga Rembang yang dilakukan di Balairung UGM pada Jumat (20/3) yang lalu. Ratusan warga Rembang tersebut mendemo UGM karena menolak kesaksian dua dosen UGM dan memertanyakan kenetralan keduanya saat bersaksi di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Kamis (19/3).

Aksi demo warga Rembang tersebut kemudian dilanjutkan dengan dialog antara warga deng pihak UGM. Dialog tersebut dipimpin oleh Paripurna Sugarda yang mewakili Rektor UGM. Dalam dialog tersebut, pihak UGM menjanjikan akan menindak lanjuti keberatan warga dengan membentuk tim khusus guna menuntaskan kasus.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar