Usai Kejar-Kejaran, Maling Spesialis Kost Dipukuli Mahasiswa

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Hafid (26) terdakwa kasus pencurian dua buah ponsel merk Blackberry Gemini dan Samsung S3 di sebuah kost bilangan Kledokan menghadapi sidang perdana, Senin (16/3) siang di Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Dua saksi korban, Otto Pasaribu dan Sihar Pasaribu hadir dan memberikan kesaksian di depan sidang yang dipimpin Wiryatmi SH. Di depan sidang […]

BERITA JOGJA – Hafid (26) terdakwa kasus pencurian dua buah ponsel merk Blackberry Gemini dan Samsung S3 di sebuah kost bilangan Kledokan menghadapi sidang perdana, Senin (16/3) siang di Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Dua saksi korban, Otto Pasaribu dan Sihar Pasaribu hadir dan memberikan kesaksian di depan sidang yang dipimpin Wiryatmi SH.

Pencuri HP digebukin mahasiswa

Istimewa

Di depan sidang dengan agenda mendengar kesaksian korban ini Otto Pasaribu, adik Sihar, menceritakan bahwa pencurian ini terjadi pada 26 Januari 2015 di kos mereka di daerah Kledokan, Condongcatur, Sleman. Keduanya membekuk terdakwa setelah adegan pengejaran yang cukup seru.

“Saya lihat terdakwa masuk ke kamar kos yang tidak terkunci lalu mengambil Hp saya sama Sihor,” katanya di depan majelis hakim.

Bukannya berteriak, Otto malah pura-pura tidur dan membiarkan terdakwa mengambil kedua HP yang tergeletak di samping kasur. Usai terdakwa keluar kamar, Otto bangun lalu membuntuti terdakwa bersama adiknya dengan motor. Sadar dibuntuti, terdakwa bersama satu tersangka yang masih buron, Dani, menggeber motornya lebih cepat.

“Kita juga enggak mau kalah lalu berhasil mepetin motor pas di daerah Nologaten. Saya tarik terdakwa turun dari motor lalu saya periksa kantong dan tasnya. Lalu saya pukuli biar mengaku,” tambah Otto.

Terdakwa sendiri membenarkan kesaksian dua saksi korban. Ia juga mengaku bukan sekali ini saja mencuri barang milik mahasiswa di sekitar Kledokan. Bersama rekannya, ia sudah kerap melakukan aksi serupa.

“Iya Yang Mulia, sering. Tidak ada saksi yang meringankan Yang Mulia,” ujar terdakwa menjawab pertanyaan Wiryatmi di persidangan.

Atas perbuatannya ini terdakwa diancam pidana maksimal lima tahun karena didakwa melanggar pasal 362 KUHP oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yogi Raharjo.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar