Usai Minum-Minum di Warnet, Mahasiswa Pukuli Kiai Sepuh di Jakal

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Dimas Ch, terdakwa kasus penganiayaan menangis sesegukan ketika bertemu kembali dengan Kiai Tedjo, pria 70 tahun yang dianiayanya saat mabuk di jalan Kaliurang KM 11 bulan lalu, Kamis (9/6) di Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Mahasiswa sebuah Universitas swasta terkemuka di Jogja ini pun meminta maaf di depan Hakim I Gede Putu Saptawan, […]

BERITA JOGJA – Dimas Ch, terdakwa kasus penganiayaan menangis sesegukan ketika bertemu kembali dengan Kiai Tedjo, pria 70 tahun yang dianiayanya saat mabuk di jalan Kaliurang KM 11 bulan lalu, Kamis (9/6) di Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Mahasiswa sebuah Universitas swasta terkemuka di Jogja ini pun meminta maaf di depan Hakim I Gede Putu Saptawan, Jaksa Meyer Simanjuntak, dan puluhan penonton sidang.

Pelaku kekerasan seksual dihukum dua tahun

Istimewa

“Saya sudah memaafkan, karena maaf adalah bagian dari norma sosial. Tapi enggak tahu nanti bagaimana di akhirat,” kata Kiai Tedjo usai menerima maaf Dimas yang didakwa melanggar pasal 351 KUHP.

Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dan terdakwa, diketahui bahwa sebelum penganiayaan terjadi, Dimas lebih dulu mengonsumsi minuman keras di sebuah warnet April 2015 lalu. Minuman keras botol besar seharga Rp800 ribu itu ia habiskan seorang diri dari malam hingga subuh harinya. Ketika pulang, ia dalam keadaan mabuk dan ngantuk berat.

“Pas jalan pulang mobil saya nabrak mobil depan. Lalu saya keluar mobil, dan mukul kepala Pak Kiai. Saya enggak tahu kalau Pak Kiai sudah tua,” katanya di depan sidang.

Sontak pengakuannya ini memancing emosi penonton sidang yang kebanyakan adalah teman dan kerabat Kiai Tedjo. “Bocah ora ono sopan santune, gaweane mabuk. Lawan aku kene,” celetuk salah seorang penonton sidang.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar